Trump Toilet produksi Shenzen Trump di Tiongkok. (Foto: sztrump.net)

KBR - Ketika calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald John Trump memenangi pemilu presiden atas rivalnya Hillary Clinton, banyak pubik dan warga di luar Amerika was-was.

Donald Trump---yang banyak dikecam karena sikap politik yang rasis dan mengancam minoritas---bakal menjadi orang nomor satu di sebuah negara paling digdaya di dunia bernama Amerika Serikat.

Tidak hanya soal isu rasialisme dan ancaman terhadap kelompok minoritas, tapi juga kaum pengusaha yang bakal terdampak jika Trump menggugat penggunaan merek 'Trump' tanpa seizinnya.

Di Tiongkok, merek Trump banyak digunakan pada produk-produk buatan lokal. Mulai dari dasi, pakaian, peralatan golf, kartu poker, kondom hingga produk-produk toilet.

Bahkan ada 46 merek terdaftar di Tiongkok yang menggunakan kata 'Trump'. Dari jumlah 46 merek terdaftar, hanya 29 merek yang benar-benar dimiliki Donald Trump.

Salah satu yang waswas adalah Zhong Jiye, produsen toilet merek 'Trump' di Kota Shenzen, di bagian selatan Provinsi Guangdong, Tiongkok. Meski begitu, ia siap melawan jika digugat Donald Trump.

Berdasar hukum di Tiongkok, merek dagang diberikan oleh pemerintah kepada pihak pertama yang mengajukan permohonan merek. Kondisi ini memang menyulitkan banyak pihak luar, karena kebijakan hukum itu memberi pelunag adanya perusahaan 'palsu' yang mendaftarkan merek-merek produk ternama.

Perusahaan seperti Apple hingga Starbucks juga harus membayar denda karena kalah dalam sengketa merek di Tiongkok.

Baca: Amerika 'Terbelah', Demonstrasi Anti-Trump Berlanjut    

Zhong Jiye memproduksi toilet duduk berteknologi tinggi lewat payung perusahannya, Shenzen Trump Industrial Company Limited.

"Kami mendaftarkan perusahaan kami pada 2002, dan mendapat persetujuan dari kantor urusan merek di Beijing," kata Zhong Jiye.

"Jika Donald Trump berikir merek kami melanggar hak cipta dan kepentingannya, dia bisa melakukan langkah hukum, karena perusahaan kami berada di wilayah hukum Tiongkok," kata Zhong Jiye, sebagaimana diberitakan NBC News.

Zhong mengatakan ia siap mempertahankan hak perusahaannya menggunakan merek 'Trump' menghadapi kemungkinan adanya gugatan hukum dari Donald J Trump.

Zhong mengklaim produk toilet merek Trump sudah digunakan oleh 16 juta konsumen, dan menguasai 85 persen dari pasar toilet di Tiongkok dengan harga antara Rp3 juta hingga Rp11 juta per set. Perusahaan produsen toilet Trump itu mempekerjakan seribu orang.

Sebelumnya, sesaat setelah Donald Trump memenangi pilpres Amerika, ia juga memenangkan sengketa merek dagang 'Trump' dengan perusahaan layanan real estate di Tiongkok. Padahal, sebelumnya sengketa merek dagang yang sudah berlangsung 10-an tahun itu difavoritkan bakal dimenangkan Dong Wei, pemilik merek 'Trump' di Tiongkok.

Pengacara Tiongkok, Zhou Dandan mengatakan kemenangan Trump mengenai sengketa merek itu bakal menjadi jalan masuk bagi Trump untuk mempertahankan hak-hak ciptanya terkait sengketa merek di Tiongkok. Zhou Dandan merupakan pengacara atau perwakilan Donald Trump di Tiongkok dalam urusan sengketa merek.

"Kami membuat lebih dari 70 proposal persetujuan merek mewakili Trump, dan 60 proposal diantaranya sudah mendapat persetujuan," kata Zhou. "Masih ada 20 sengketa merek lainnya antara Trump dengan perusahaan di Tiongkok."

Bagi pengaha toilet merek Trump, Zhong Jiye, hak perusahaannya tidak bisa dijadikan obyek sengketa. Zhong beralasan, ia membuat proposal pengajuan izin merek Trup, tanpa mengetahui bahwa ada orang bernama Trump. "Itu adalah kebetulan," kata Zhong.

Zhong mengatakan nama Trump ada di bahasa Tiongkok, yang berarti inovasi universal, yang cocok untuk toilet berteknologi tinggi. Ia juga mengatakan merek dagangnya memang terdengar sama seperti 'Trump' dalam ejaan Inggris.

"Produk utama kami adalah tutup toilet, karena itu kami suka huruf U di tulisan Trump, karena bentuknya mirip tutup toilet," kata Zhong.

Zhong juga mengatakan, "kebetulan saja kami meluncurkan produk terbaru kami pada 8 November, hari dimana Trump memenangkan kursi presiden. Tapi itu hanya kebetulan kedua."

Baca: Donald Trump Menang, Rupiah dan IHSG Anjlok   

(CNBC/DailyMail/NY Times) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!