Pembangunan Kilang Bontang Dipastikan Berskema KPBU

"Tapi yang penting kita bisa mengawal apa yang terbaik untuk negara. Pokoknya sejauh ini skemanya adalah KPBU,"

Jumat, 11 Nov 2016 18:48 WIB

Kilang minyak Bontang. (Foto: Setkab)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- PT. Pertamina (Persero) memastikan pembangunan proyek kilang minyak baru  (NGRR) di Bontang, Kalimantan Timur, berskema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Direktur Utama PT. Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, perusahaannya akan menjalankan keputusan yang telah ditetapkan pemerintah itu.

Kata dia, perusahaannya sangat siap dan memulai proses nya.

"Sejauh ini masih KPBU. (Katanya ada penugasan?) Enggak. (Pertamina setuju kalau KPBU?) Kan kalau keputusannya memang KPBU, ya kita laksanakan sesuai dengan yang telah diputuskan, Pertamina menjalankan skema yang ditetapkan. Peran Pertamina bagaimana untuk mengawasi proyek itu. Tapi yang penting kita bisa mengawal apa yang terbaik untuk negara. Pokoknya sejauh ini skemanya adalah KPBU," kata Dwi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (11/11/16).

Dwi mengatakan, peran Pertamina dalam proyek itu adalah untuk mengawasi dan membangunnya, sehingga keputusannya tetap berasal dari pemerintah. Meski begitu, Dwi memastikan perseroannya akan mengerjakan proyek Kilang Bontang dengan baik, sesuai yang diamanatkan pemerintah.

ā€ˇSebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar  berencana menghapus  skema kerja sama pemerintah dan badan usaha dalam proyek pembangunan kilang minyak dan gas. Alasannya, skema itu menyebabkan pengerjaan proyek berjalan lama karena birokrasi yang rumit. Salah satu proyek yang rencananya tidak berskema KPBU lagi adalah Kilang Bontang.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

Penyidik Masih Tunggu Hasil Otopsi Jenazah La Gode

  • KPAI: Anggaran Dana Desa Harus Meningkatkan Kesehatan Anak
  • Natal dan Tahun Baru, Bandara Ngurah Rai Siapkan Posko Terpadu
  • Turki Bakal Buka Kedutaan Besar Di Yerusalem Timur

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi