Manny Pacquiao usai merebut gelar juara dunia kelas welter versi WBO dari tangan petinju AS Jessie Vargas, Sabtu (5/11/2016). (Foto: ANTARA/Reuters)

KBR - Petinju asal Filipina Manny Pacquiao membuka kemungkinan digelarnya rematch (pertandingan ulang) melawan petinju asal Amerika Serikat Floyd Mayweather Junior.

Pacquiao atau Pac-Man sebelumnya kalah bertanding melawan Mayweather pada 2 Mei 2015, dimana pertandingan itu dikukuhkan sebagai pertandingan tinju paling mahal sejagad. Tiga orang wasit memenangkan Mayweather, yang kemudian menimbulkan protes para fans karena menganggap putusan wasit tidak adil.

Pacquiao mengatakan pertandingan ulang tidak hanya penting bagi dirinya, tapi juga bagi para penggemar tinju di dunia.

Kekalahan atas Mayweather membuat Pac-Man kehilangan gelar juara dunia kelas welter dari WBO. Namun, dalam dua pertandingan berikutnya ia merebut gelar juara internasional WBO melawan Tim Bradley serta merebut gelar juara dunia kelas welter versi WBO dari tangan Jessie Vargas.

Pac-Man juga masuk dalam daftar penantang juara dunia kelas WBA, WBC dan WBO dari tangan Floyd Mayweather.

Promotor Pac-Man, Bob Arum mengatakan peluang pertandingan ulang Pacquiao vs Mayweather jilid II terbuka lebar, hingga 75 persen. Namun tetap bergantung pada kubu Mayweather apakah bakal meladeni tantangan pertandingan ulang itu.

Sementara itu, mengutip AFP, juru bicara Pacquiao, Aquiles Zonio mengatakan saat ini Pac-Man masih konsentrasi di dunia politik sebagai anggota parlemen Filipina.

"Kemungkinan baru bisa kita ketahui pada Januari (2017) mendatang, tentang kapan ia akan naik ring lagi dan siapa lawannya nanti," kata Zonio.

Rumor di dunia tinju menyebutkan pertandingan ulang antara Pacquiao versus Mayweather akan digelar di paruh pertama tahun 2017.

Saat ini Pacquiao mencatatkan rekor 67 kali bertanding, 59 kali menang (38 diantaranya KO), dua kali seri dan enam kali kalah. (Inquirer/AFP/Boxing News) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!