OPSI : Pak Presiden, Faktanya Pekerja Ilegal Tiongkok Itu Ada

Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) menyebut pekerja ilegal asal Tiongkok benar ada di Indonesia.

Sabtu, 26 Nov 2016 23:16 WIB

Ilustrasi: Petugas Imigrasi saat mengamankan Warga Negara Asing asal Tiongkok. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta - Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) menyebut pekerja ilegal asal Tiongkok benar ada di Indonesia. Pernyataan ini untuk membantah ucapan Presiden Joko Widodo yang menyatakan tidak ada pekerja ilegal asal Tiongkok.

Sekjen OPSI Timboel Siregar mengatakan, para pekerja ilegal tersebut justru menyalahgunakan visa turis untuk bekerja. Wilayahnya tersebar di daerah-daerah di mana terdapat perusahaan Tiongkok, termasuk di Jakarta. Kata dia, mayoritas dari mereka menjadi pekerja kasar dan teknis. Padahal dalam UU Ketenagakerjaan, tenaga kerja asing hanya dipekerjakan sebagai tenaga ahli dalam rangka alih teknologi.

"Jadi Pak Presiden dengan segala hormat, bahwa faktanya (TKA Tiongkok ilegal) ada, kelemahan kita adalah pengawas ketenagakerjaan kita untuk memastikan bahwa seluruh pekerja itu sudah mendapatkan visa kerja, ada izin, sesuai Pasal 42-49, ketentuan tentang tenaga kerja asing di Indonesia itu sudah diatur dengan jelas," kata Timboel Siregar kepada KBR, Sabtu (26/11/2016).

"Tapi faktanya banyak pekerja asing yang tidak patuh pada ketentuan UU nomor 13 tersebut, yang akibatnya pekerja Indonesia jadi tersisih," tukasnya.

Timboel Siregar pun mengkritik Kementerian Ketenagakerjaan yang cenderung pasif mengawasi praktik di lapangan. Padahal seharusnya, Kemenaker aktif memantau proyek-proyek infrastruktur atau investasi dari Tiongkok yang masuk ke Indonesia. Ini untuk memastikan, pekerja-pekerja Tiongkok yang dibawa benar-benar bekerja secara legal.

Baca: 2700 WNA Terjaring Imigrasi, Sebagian Besar dari Cina

"Ketika ada investasi masuk BKPM, Kemenaker juga harus memfollow up apa aja sih yang menjadi investasi yang ada di Cina? pekerjanya bagaimana, proyeknya di mana. Nah ini juga kan langsung diproses, diawasi langsung ke lapangan," ujar dia.

Jumat (25/11/2016) malam kemarin, dalam acara sosialisasi Amnesti Pajak di Makasar, Presiden Joko Widodo membantah isu masuknya 10 juta tenaga kerja asing dari Tiongkok. Jokowi menegaskan 10 juta tersebut merupakan turis. Sementara jumlah tenaga kerja asal Tiongkok di Indonesia sebanyak 14 ribu. Presiden pun menyalahkan media sosial yang menyebarluaskan rumor tersebut.

"Haduh, yang Tiongkok itu turis, yang saya tanda tangan itu turis, saya cek yang tenaga kerja dari Tiongkok itu 14.000 orang. Ini jangan dipleset-plesetkan lah. Mentang-mentang media sosial kita ini tidak kita atur mengenai isu-isu semuanya dimasukkan dengan dipleset-plesetkan seperti itu," kata Jokowi dalam siaran tertulis dari Biro Pers Istana, Jumat (25/11/2016). (ika)

Baca: Ribuan Buruh Asing di PLTU Cilacap

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?