Mayoritas Desa di Bogor Belum Matang Kelola Dana Desa

Pemerintah desa hanya bisa menggunakannya untuk kepentingan infrastruktur.

Selasa, 22 Nov 2016 10:47 WIB

Foto: Antara

KBR, Bogor - Hampir semua pemerintah desa di Kabupaten Bogor, Jawa Barat dianggap belum matang mengelola Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD). Hal itu dikatakan Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Bogor, Hendrik Suherman.

Menurutnya, hampir semua desa masih belum matang menggunakan dana tersebut. Terbukti dalam penggunaan ADD dan DD, pemerintah desa hanya bisa menggunakannya untuk kepentingan infrastruktur. Padahal, ADD dan DD tidak hanya digunakan untuk infrastruktur.

"Sebenarnya hampir semua belum matang. Mereka (pemerintah desa), kebanyakan hasil pekerjaannya itu ke infratruktur jalan. Dan infrastruktur jalannya itu yang diperbaiki di luar kewenangan. Seperti, jalan kabupaten, provinsi atau nasional yang diperbaiki. Sedangkan jalan desa itu kan, satu, jalan dari RT ke RW, RW ke desa, atau yang tidak ditangani oleh bina marga," katanya saat ditemui KBR, Selasa (22/11)

Selain itu, kata Hendrik, banyak dari staf desa yang masih belum matang dalam mengelola laporan DD dan ADD. Terbukti, banyak dari pemerintah desa yang selalu terlambat memberikan laporan, yang berujung terlambatnya pencairan dana.

"Makanya kita lakukan bimtek terus di kantor. Seperti pada termin dua, sempat ada 117 desa yang tidak mendapat DD dan ADD karena terkendala laporan. Tapi sekarang sudah selesai. Dan termin tiga kita sudah kirimkan, tapi itu pun belum semuanya," jelasnya.


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Buruh Tagih Janji Anies-Sandy Naikkan UMP

  • Polisi Tangkap Pembuat Uang Palsu Senilai Ratusan Juta
  • Suap BPK, Pejabat Kemendes Dalih Ditekan
  • Bawa Sabu, PN Medan Hukum Artis Malaysia 11 Tahun

Kenaikan harga rokok dengan hanya 9 persen dibanding tahun 2016 atau sekitar 30 perak per batang, dianggap tak mampu mengerem konsumsi rokok yang bertujuan melindungi kesehatan publik