Masih di Pengungsian, Pemkab Karawang Belum Sediakan Sekolah untuk Anak Petani Telukjambe

"Kalau di tempat pengungsian yang sekarang kan belum menetap, sifatnya masih homeschooling saja,”

Jumat, 25 Nov 2016 18:55 WIB

Anak pengungsi Telukjambe Karawang. (Foto: KBR/Rio T.)


KBR, Jakarta-  Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat menyatakan belum bisa menyiapkan pendidikan formal bagi anak-anak petani Telukjambe Barat  korban konflik lahan di pengungsian. Menurut Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Syamsuri, pendidikan formal akan diberikan setelah mereka menetap di rumah susun.

Kata dia, selama ini pendidikan hanya diberikan oleh relawan dengan pola home schooling.

"Kalau formilnya belum karena kita ingin mereka menetap dulu supaya mereka tidak berpindah-pindah. Menetapnya kira-kira minggu depan sudah bisa ke Rusunawa. Di Rusunawa sudah dipersiapkan SD yang terdekat seperti apa, SMP yang terdekat seperti apa. Kalau di tempat pengungsian yang sekarang kan belum menetap, sifatnya masih homeschooling saja,” jelas Syamsuri kepada KBR, Jumat (25/11/2016)

Syamsuri  memberikan akses perpustakaan daerah yang terletak satu komplek dengan lokasi pengungsian.

"Perpustakaan juga kita buka, kan dekat dengan perpustakaan," katanya

Sebelumnya, Salah satu Satgas Anak KPAI Farid Ari Fandi, mempertanyakan peran dari Pemerintah Daerah Karawang yang selama lebih sepekan  tidak memberikan sarana sekolah darurat dan tenaga pendidik bagi anak-anak usia sekolah di lokasi pengungsian. Para pengungsi yang semula mengungsi di Jakarta itu akhirnya mau kembali setelah pemkab mendatangi mereka. Mereka mengungsi ke Jakarta setelah takut pasca bentrok dengan PT. Pertiwi Lestari yang akan mengubah daerah  konflik lahan itu menjadi kawasan industri.


Editor: Rony Sitanggang



Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Kepolisian Siapkan 4 Ribu Personel Amankan Kunjungan Obama di Jakarta dan Bogor

  • Peningkatan Kendaraan Arus Balik Lebaran Terjadi di Tol Cileunyi
  • Penghapusan Sistem Kuota, Importir: Lihat Dulu Apa Komoditasnya
  • Militer Filipina Temukan 17 Jenazah yang Dimutilasi di Marawi

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?