Ilustrasi: Pertandingan Chelsea vs West Brom di Liga Inggris. Foto CFCUnofficial Commons Wikimedia

KBR - Penyelenggara Liga Primer Inggris dikabarkan bakal mendapat pemasukan sebesar 564 juta pounds (sekitar Rp9,3 triliun) dari penjualan hak siar di Cina. Dengan jumlah itu, Liga Inggris akan mendapat pemasukan sekitar Rp3 triliun per tahun.

Dengan pembelian sebesar itu, hak siar pertandingan sepakbola Liga Inggris di Tiongkok lewat layanan streaming menjadi milik PPTV dengan kontrak tiga musim. 

PPTV merupakan salah satu layanan streaming video di Tiongkok dengan pelanggan 400 juta orang. Anak perusahaan grup Suning itu menjadi penyedia layanan streaming video on demand berlangganan terbesar di negara itu. 

BBC memberitakan kabar penjualan hak siar itu berasal dari sumber dalam PPTV. Baik penyelenggara Liga Primer Inggris maupun PPTV belum mengeluarkan komentar mengenai hal itu.

Jika transaksi itu benar, nilai penjualan hak siar itu lebih besar 10 kali dari nilai penjualan hak siar Liga Inggris di Tiongkok tahun ini. Bahkan nilai penjualan itu merupakan yang terbesar untuk penjualan hak siar di luar Inggris. 

Dengan jumlah 20 klub di Liga Inggris dan pendapatan sebesar Rp3 triliun per tahun, maka tiap klub akan mendapat bagian keuntungan hak siar sekitar Rp147 miliar per tahun hanya dari Tiongkok saja. 

Saat ini nilai penjualan terbesar hak siar Liga Inggris di luar negeri dipegang media penyiaran Amerika Serikat, NBC sebesar 1 miliar dolar AS (Rp13 triliun) namun untuk enam musim. 

Meski begitu pemasukan Liga Inggris terbesar masih dari dalam negeri. Media penyiaran Inggris, Sky dan BT pada akhir tahun lalu sepakat untuk membayar 5,14 miliar pounds (Rp89 triliun) untuk mendapatkan hak siar selama tiga musim mulai musim 2016-2017. 

Dengan kondisi itu, Liga Inggris masih menjadi liga dengan pendapatan terbesar dan terkaya di dunia. 

Tiongkok saat ini berusaha untuk semaksimal mungkin mengembangkan olahraga, khususnya sepakbola. Pemerintahan Xi Jinping menginvestasikan miliaran dolar untuk mengembangkan akademi sepakbla di daerah, memboyong pemain bintang dunia ke Liga Tiongkok, hingga pengusaha Tiongkok membeli saham-saham mayoritas klub sepakbola seperti Inter Milan dan Manchester City. Klub lain seperti West Bromwich Albion maupun Aston Villa juga menjadi klub di Inggris yang menerima investasi dari pengusaha Tiongkok. 

Presiden Tiongkok Xi Jinping bahkan menargetkan negaranya bakal menjadi negara terbesar dalam pemasukan ekonomi dari industri olahraga pada 2025. (Reuters/BBC/Fox Sport) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!