Lelang E-KTP Gagal, Mendagri Minta Maaf

"Saya mohon maaf. Memang mungkin salah Kemendagri. "

Rabu, 16 Nov 2016 18:40 WIB

Warga merekam data KTP elektronik (e-KTP) pada layanan mobil keliling di kawasan Karadenan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/11). (Foto: Antara)



KBR, Jakarta- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta maaf atas tertundanya pencetakan 8 juta E-KTP tahun ini. Tjahjo mengatakan keterlambatan penyediaan blanko dikarenakan gagalnya penyelenggaraan tender.

"Saya mohon maaf. Memang mungkin salah Kemendagri. Tapi anggaran untuk pencetakan sudah disediakan oleh Menteri Keuangan. Hanya masalahnya tender itu masih dikerjakan oleh perusahaan luar negeri. Itu kan sudah perjanjian internasional ya," kata Tjahjo di DPR, Rabu(16/11).

Tjahjo melanjutkan, "kami juga membuka ruang untuk mencoba, ada lima pengusaha nasional yang ikut tender, tapi lima itu tidak memenuhi syarat teknis. Kami minta ulang kembali, siapa tahu ada perusahaan lain yang minat."

Kemendagri akan segera mengulang proses tender. Rencananya, tender akan dilaksanakan awal tahun depan. Sambil menunggu, Kemendagri berusaha mengajak beberapa Badan Usaha Milik Negara(BUMN) untuk berpartisipasi. Kini Kemendagri sedang mencoba mengajak Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia(Peruri) dan PT Pura.

Tjahjo menargetkan 8 juta KTP elektronik itu akan selesai dicetak paling lambat pertengahan tahun depan. Untuk daerah-daerah yang akan melangsungkan pilkada serentak awal tahun depan, pemilih yang belum memiliki KTP elektronik bisa meminta surat tanda sudah merekam data sementara.

"Pertengahan tahun depan selesai semuanya. Tidak molor. Karena kalau tidak punya E-KTP, bisa ada surat ada keterangan untuk ikut pilkada."

Sebelumnya, Dirjen Pencatatan Dukcapil Kemendagri Zudan Arief menyampaikan bahwa 8 juta E-KTP terpaksa harus ditunda pencetakannya karena proses lelang pengadaan blanko gagal. Menurur Zudan, sampai saat ini belum ada perusahaan dalam negeri yang memenuhi syarat. Namun baik ia dan Tjahjo tidak merinci penyebab kegagalan 5 perusahaan dalam tender kemarin.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Jumlah Napi Narkoba Kian Bertambah, Menteri Yasonna Akui Kewalahan

  • Erupsi Gunung Sinabung Abu Vulkanik Capai 3,2 KM
  • Uni Eropa Ajak Suu Kyi Negosiasi soal Rohingya
  • Marquez Diisukan Gantikan Rossi di Yamaha

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau