Warga korban amoniak PT Pupuk Iskandar Muda Kabupaten Aceh Utara, masih terbaring dikasur RS Arun LNG. (Foto: Erwin Jalaluddin/KBR)



KBR, Lhokseumawe– Korban dampak pencemaran limbah udara amoniak PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), terus bertambah. Tercatat, ada seratusan orang yang tumbang akibat semburan gas zat berbahaya kimia tersebut.

Juru bicara PT PIM, Nikman Ansyari mengatakan, pihaknya akan menanggung seluruh biaya perawatan medis terhadap masyarakat yang menjadi korban amoniak tersebut. Kata dia, gas berbahaya itu mencemari lingkungan pedesaan dikarenakan adanya gangguan dalam operasional pabrik.

"Udah Kita pergi tadi ke tempat mereka dirawat di Rumah Sakit Arun. Sudah kita sampaikan ke pihak keluarga korban, bahwa PIM itu bertanggung jawab sampai pengobatannya tuntas pulih. Walau pun sudah pulang ke rumahnya nanti, barangkali ada pusing dan mual-mual, kita siap mengakomodir membawanya ke rumah sakit," kata Nikman menjawab KBR, Senin (14/11/2016).

Berdasarkan pantauan di lokasi, tercatat ada 19 orang korban yang masih harus menjalani perawatan medis secara intensif di Rumah Sakit PT Arun LNG, karena dinyatakan bermasalah dengan gangguan saluran pernafasan kategori berat. Sedangkan, untuk sisanya berstatus ringan dan sudah diperbolehkan izin pulang atau menjalani rawat jalan. Kesemuanya berasal dari desa Tambon Baroh dan Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.

Adapun ke 19 warga yang dirawat inap itu masing-masing atas nama Vidia, Hasnani, Riski Anisa, Nurbaiti, Hamidah, Basyariah, Epi Dewi, Nurmiati, Marliah, Ali Akbar, Ummidiah, Nuraini, Safrina, Ajimal Muhammad, Maryani, Rosita Bustami, Nauli dan Cut Annisa.

Sebelumnya, salah seorang korban asal Desa Tambon Baroh, Asiah mengatakan, dirinya langsung bermasalah dengan gangguan saluran pernafasan (Ispa) setelah terkena dampak semburan gas amoniak PIM. Kata dia, selain pusing dan mual-mual, kondisi tubuhnya juga mengalami penurunan drastis hingga nyaris pingsan.

"Gak tahan saya waktu ke luar itu sudah kayak asap gituan akibat amoniak dari PIM. Seketika itu saya langsung sesak yang kebetulan untung saja dipegang oleh anak gadis saya. Gak sanggup lagi untuk jalan. Habis itu dipapah saya ke luar sambil minta air mineral untuk diminum dan mencuci muka, biar hilang peningnya," kata Asiah kepada wartawan, Sabtu (12/11).

Editor: Dimas Rizky

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!