Kasus Dugaan Penistaan Agama, Bareskrim Periksa Buni Yani

"Rencananya hari ini ada 10 yang akan kita mintai keterangan, 2 saksi dan 8 ahli yang baru hadir sampai dengan sekarang itu ada 5, termasuk saudara Buni Yani."

Kamis, 10 Nov 2016 13:33 WIB

Gubernur Jakarta Nonaktif basuki Tjahaja Purnama alias Ahok usai diperiksa Bareskrim sebagai saksi kasus dugaan penistaan agama. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Bareskrim Polri   memeriksa   10 saksi kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur Jakarta Nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Juru bicara Polri Agus Rianto mengatakan, selain Buni Yani, penyidik juga akan memeriksa sejumlah saksi ahli agama dan bahasa. Kata dia, hingga hari ini penyidik telah meminta keterangan lebih dari 40 saksi.


"Rencananya hari ini ada 10 yang akan kita mintai keterangan, 2 saksi dan 8 ahli yang baru hadir sampai dengan sekarang itu ada 5, termasuk saudara Buni Yani. Saksi ahli ini nanti akan ada ahli agama maupun ahli bahasa, apa yang diinginkan penyidik terkait dengan pemeriksaan tentunya hal-hal yang berkaitan dengan perkara yang sedang ditangani," kata Agus di Bareskrim, Kamis (10/11/2016).

Agus Rianto menambahkan, proses penyelidikan ditargetkan rampung pekan depan. Selanjutnya, penyidik akan menentukan status kasus apakah memenuhi unsur tindak pidana atau tidak.

"Mudah-mudahan, minggu depan seluruh rangkaian pemeriksaan dalam proses penyelidikan ini sudah bisa dianggap tuntas, dan kita akan lakukan proses lebih lanjut untuk menentukan status kasus ini," lanjut Agus.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi