Gus Poyet saat melatih Sunderland melawan Chelsea. (Foto: Wikimedia/Creative Commons)

KBR - Manajemen klub sepakbola Real Betis memecat Gustavo Augusto Poyet alias Gus Poyet dari kursi pelatih kepala karena kecewa dengan penampilan klub yang tak kunjung membaik di La Liga.

Ini merupakan karir tercepat Gus Poyet selama menjadi pelatih. Ia hanya enam bulan melatih Real Betis, sejak ia meneken kontrak dua tahun di Real Betis pada Mei lalu.

Dari 11 pertandingan di kompetisi Liga Spanyol musim ini, Real Betis hanya bisa menang tiga kali, dan dua kali seri. Selebihnya, mereka enam kali menelan kekalahan. Termasuk kalah empat kali dalam lima laga terakhir. Terakhir mereka kalah dari Villarreal dengan skor 2-0 pada awal pekan ini.

Kini Real Betis hanya berada di posisi 14 di klasemen sementara dengan mengumpulkan 11 poin. Mereka hanya selisih dua poin dari zona degradasi.

Pemecatan Gus Poyet itu tidak kurang juga karena tekanan dari suporter Real Betis. Para suporter mengancam memboikot menonton pertandingan klub sampai pelatih asal Uruguay itu dipecat.

Gus Poyet pernah menjalani karir sebagai pemain di River Plate, Zaragoza, Chelsea dan Tottenham Hotspurs. Sebagai pelatih ia sebelumnya pernah menduduki jabatan manajer Sunderland dan AEK Athens.

Tahun lalu Poyet juga dipecat dari jabatan pelatih Sunderland setelah menjalani 12 pertandingan dengan hanya atu kemenangan.

Sebagai pengganti Gus Poyet, Real Betis menunjuk pelatih asal Spanyol Victor Sanchez sebagai pelatih sementara. Victor Sanches merupakan bekas pelatih Olympiacos FC.

Di Olympiacos, Victor juga hanya melatih sementara, dua bulan saja, pada Juni lalu, menggantikan Marco Silva. Dua bulan kemudian, ia mundur setelah klubnya tersingkir dari Liga Champions Eropa oleh klub Israel, Hapoel Be'er Sheva.

Victor bakal mengawali debut melatih Real Betis pada saat menjamu Las Palmas pada Jumat mendatang. (Goal.com/SkySport/Daily Mail) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!