Kapolri Rapat Dengan 2 Menteri Jelang Natal

Koordinasi ini diperlukan untuk mengantisipasi masalah-masalah yang kemungkinan muncul selama libur natal dan tahun baru.

Selasa, 29 Nov 2016 12:45 WIB

Kapolri Tito Karnavian (tengah). Foto: Gilang Ramadhan/KBR

KBR, Jakarta- Kapolri Tito Karnavian menggelar rapat koordinasi di Mabes Polri dengan Menteri Perhubungan dan Menteri Perdagangan untuk menghadapi libur panjang akhir tahun 2016. Ia mengatakan, koordinasi ini diperlukan untuk mengantisipasi masalah-masalah yang kemungkinan muncul selama libur natal dan tahun baru.

"Kita melaksanakan persiapan-persiapan untuk antisipasi, satu pengamanan akan kita lakukan maksimal terutama tempat-tempat ibadah. Potensi-potensi konflik juga kita antisipasi," kata Tito di Loby Rupatama Mabes Polri, Selasa (29/11/16).

"Kemudian yang berikutnya adalah mobilisasi kendaraan, mobilisasi orang, baik menggunakan jalur darat, laut dan udara kita juga antisipasi," tambahnya.

Selain itu, Tito tidak menginginkan peristiwa kemacetan parah pada lebaran Idul Fitri kemarin terulang. Ia meminta jajarannya dan instansi terkait mengantisipasi beberapa titik kemacetan seperti di Brebes, Cipali, dan Pantura.

"Jajaran kewilayahan kita minta ada rakor tingkat kewilayahan di setiap provinsi," ujar Tito.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, rapat ini akan menjadi dasar bagi Kementeriannya melakukan operasi akhir tahun. Kemenhub akan menilik kembali moda transportasi yang akan digunakan pada libur akhir tahun ini.

"Kami akan lakukan cek kendaraan pesawat, kereta, kapal dan lain-lain, maka kami imbau semua wilayah melakukan hal yang sama," kata Budi.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, memastikan stok ketersediaan bahan pokok mencukupi untuk enam bulan ke depan. Namun ia mengkhawatirkan masalah distribusi untuk akhir tahun ini.

"Karena cuaca dan juga pembatasan dengan kemacetan yang mungkin terjadi," ujarnya.

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.