Kampanye Ahok-Djarot Diganggu, Tim Sukses: Orangnya Itu-itu Saja

"Orang yang datang ataupun menghadang, ataupun yang merampas hak paslon kami berkampanye adalah orang itu-itu saja,"

Rabu, 16 Nov 2016 22:13 WIB

Sekelompok orang berunjukrasa di tempat yang akan dikunjungi calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk berkampanye di kawasan Kedoya, Jakarta, Kamis (10/11). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Tim Pemenangan pasangan cagub-cawagub DKI Ahok-Djarot meminta Bawaslu segera mengusut penghalangan kampanye Ahok di sejumlah wilayah. Menurut anggota tim pemenangan Wibi Andrino, penolakan itu dilakukan secara terstruktur.

Kata dia, penolakan itu terjadi dalam pola yang sama dan oleh kelompok yang sama.

"Kita sudah menyerahkan kepada Bawaslu DKI," terangnya dalam konferensi pers di posko pemenangan Ahok-Djarot di Jl Borobudur, Jakarta, Rabu (16/11/2016) malam.

"Hal ini tidak terjadi hanya satu dua kali tapi terus menerus. Ada indikasi, bukti yang kami serahkan ke Bawaslu DKI, orang yang datang ataupun menghadang, ataupun yang merampas hak paslon kami berkampanye adalah orang itu-itu saja," jelasnya lagi.

Selain itu, tambahnya, awalnya tim pemenangan menduga penolakan itu muncul terkait kasus penistaan agama. Namun ketika status Ahok sudah jadi tersangka dalam kasus itu, rupanya penolakan tetap saja terjadi. Yang terbaru adalah penolakan terhadap cawagub Djarot ketika akan berkampanye di Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (16/11/16) siang.

Kampanye pasangan Ahok-Djarot beberapa kali diganggu sekelompok orang. Sekelompok orang menolak kampanye pasangan nomor urut 2 ini di antaranya di Pasar Rawa Belong, Kedoya Utara, dan  Kembangan.

Bawaslu DKI Jakarta kini sedang meminta keterangan saksi-saksi terkait penghalangan kampanye itu. Bawaslu DKI Jakarta juga telah mengimbau warga untuk tidak menghalang-halangi paslon yang akan berkampanye di daerahnya. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Jumlah Napi Narkoba Kian Bertambah, Menteri Yasonna Akui Kewalahan

  • Erupsi Gunung Sinabung Abu Vulkanik Capai 3,2 KM
  • Uni Eropa Ajak Suu Kyi Negosiasi soal Rohingya
  • Marquez Diisukan Gantikan Rossi di Yamaha

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau