Sekelompok orang berunjukrasa di tempat yang akan dikunjungi calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk berkampanye di kawasan Kedoya, Jakarta, Kamis (10/11). (Foto: Antara)



KBR, Jakarta- Tim Pemenangan pasangan cagub-cawagub DKI Ahok-Djarot meminta Bawaslu segera mengusut penghalangan kampanye Ahok di sejumlah wilayah. Menurut anggota tim pemenangan Wibi Andrino, penolakan itu dilakukan secara terstruktur.

Kata dia, penolakan itu terjadi dalam pola yang sama dan oleh kelompok yang sama.

"Kita sudah menyerahkan kepada Bawaslu DKI," terangnya dalam konferensi pers di posko pemenangan Ahok-Djarot di Jl Borobudur, Jakarta, Rabu (16/11/2016) malam.

"Hal ini tidak terjadi hanya satu dua kali tapi terus menerus. Ada indikasi, bukti yang kami serahkan ke Bawaslu DKI, orang yang datang ataupun menghadang, ataupun yang merampas hak paslon kami berkampanye adalah orang itu-itu saja," jelasnya lagi.

Selain itu, tambahnya, awalnya tim pemenangan menduga penolakan itu muncul terkait kasus penistaan agama. Namun ketika status Ahok sudah jadi tersangka dalam kasus itu, rupanya penolakan tetap saja terjadi. Yang terbaru adalah penolakan terhadap cawagub Djarot ketika akan berkampanye di Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (16/11/16) siang.

Kampanye pasangan Ahok-Djarot beberapa kali diganggu sekelompok orang. Sekelompok orang menolak kampanye pasangan nomor urut 2 ini di antaranya di Pasar Rawa Belong, Kedoya Utara, dan  Kembangan.

Bawaslu DKI Jakarta kini sedang meminta keterangan saksi-saksi terkait penghalangan kampanye itu. Bawaslu DKI Jakarta juga telah mengimbau warga untuk tidak menghalang-halangi paslon yang akan berkampanye di daerahnya. 


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!