Ilustrasi. (Foto: ILRI/Creative Commons)

KBR - Otoritas kesehatan dan peternakan Jepang mulai memusnahkan lebih dari 300 ribu ekor ayam dan bebek, setelah ditemukannya kasus flu burung di dua perfektur di utara Jepang.

Kantor berita Jiji memberitakan temuan virus flu burung ini merupakan yang pertama kali dalam dua tahun terakhir di Jepang. Sekitar 40 ekor unggas ditemukan tewas dalam kondisi positif terkena virus H5 pada Senin lalu di Perfektur Niigata.

Ini merupakan kasus flu burung terbesar sejak 2011. Di tahun itu otoritas Jepang memusnahkan lebih dari satu juta unggas yang terpapar virus flu burung.

Di Perfektur Nigata yang terletak di wilayah utara Jepang, otoritas setempat memusnahkan ratusan ribu unggas di sebuah peternakan di Desa Sekikawa. Di lokasi inilah pertama kali ditemukan virus flu burung pada unggas. Terakhir kali kasus virus flu burung di utara Jepang ditemukan pada awal 2015.

Kantor berita Kyodo memberitakan di Perfektur Aomori juga dilakukan pemusnahan terhadap sekitar 16 ribu bebek yang sudah dinyatakan positif terserang virus H5. Peternakan bebek di Aomori sangat terknal dengan khusus memelihara bebek Prancis 'Barbarie'.

Pemusnahan unggas akan dilakukan hingga 2 Desember mendatang.

Varian firus H5N8 belum pernah terdeteksi pada manusia, namun sudah menyebabkan pemusnahan jutaan ekor unggas ternak di Asia, khususnya Korea Selatan pada 2014 lalu, sebelum kemudian menyebar ke Eropa.

Guna mencegah penyebaran meluas, pemerintah Jepang melarang pengapalan produk unggas, baik unggas hidup, daging maupun telur dalam radius 10 kilometer dari peternakan.

Kondisi ini membuat saham-saham perusahaan-perusahaan yang terkait dengan penyakit dan pengendalian penyakit menular mengalami peningkatan signifikan, seperti perusahaan pembuat produk-produk kontrok penyakit, masker muka, pakaian pelindung, dan lain-lain. Sementara restoran penyedia daging ayam giling anjlok.

Sebelumnya virus flu burung varian H5N8 sudah melanda sejumlah negara di Eropa, dan memicu pemusnahan ribuan ekor unggas. Virus flu burung pertama kali ditemukan pada unggas liar di kawasan utara Prancis. Wabah flu burung kemudian menyebar ke Belanda, Swis, Rumania dan Jerman.

Sementara itu otoritas pemerintah Belanda pada akhir pekan lalu juga memusnahkan sekitar 190 ribu ekor bebek dari enam peternakan karena kasus serupa.

Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) telah memperingatkan bahwa penyebaran virus H5N8 di Eropa bisa meningkat karena saat ini musim migrasi unggas-unggas liar ke arah selatan. (Reuters/Bloomberg/AP/Washington Post) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!