Penampakan lubang raksasa di persimpangan jalan di Fukuoka, Jepang, 8 November 2016. (Foto: Antara/Kyodo/Reuters)

KBR - Ruas jalan di pinggiran Kota Fukuoka, bagian selatan Jepang kembali sibuk setelah sepekan lalu jalan itu tidak bisa digunakan akibat munculnya lubang raksasa.

Pada 8 November lalu, ruas jalan dekat perempatan itu sama sekali tidak bisa dilewati karena lubang menganga sedalam 19 meter dan lebar 30 meter. Sepekan kemudian pada Selasa pagi, 15 November, jalan itu sudah mulus dan kembali ramai setelah pekerja konstruksi menambal lubang tersebut.

Walikota Fukuoka Soichiro Takashima mengatakan konstruksi baru ini bahkan 30 kali lebih kuat dari sebelumnya.

Takashima meminta maaf atas kejadian ambrolnya jalan itu dan ia berjanji akan menyelidiki insiden tersebut serta akan memberikan kompensasi atas kerusakan yang terjadi.

Ia juga memuji para pekerja yang bisa menyelesaikan perbaikan lubang alam waktu cepat hanya sepekan.

Hanya dalam hitungan hari lubang jalan sudah tertutup beton. Menurut CNN, hanya dalam waktu sekitar dua hari saja jaringan listrik, gas dan air yang rusak sudah dipulihkan, dilanjutkan dengan memulihkan permukaan jalan yang rusak parah, termasuk pedestrian dan rambu-rambu lalu lintas.

Apresiasi Nettizen

Gerak cepat memulihkan lubang itu mendapat apresiasi banyak pihak, baik pekerja media maupun warga dari negara lain.

Editor The Evening Standard London, Elliot Wagland menulis di Twitter, "Apa Anda ingat lubang raksasa di Jepang pekan lalu? Sudah pulih lagi!"

Sementara media Channel News Asia melalui akun @ChannelNewsAsia menulis, "Cepat sekali! Jepang memperbaiki lubang raksasa dalam waktu sepekan."

Situs 9GAG yang biasanya menampilkan hal-hal lucu juga berkomentar melalui akun Twitter @9GAG. Namun, kali ini komentarnya bukan lelucon. "Jepang membereskan lubang raksasa di jalan sibuk dalam waktu sepekan, mengesankan!"



Media ITV News melalui akun @itvnews menulis "Harus menunggu bertahun-tahun agar jalan berlubang di tempatmu diperbaiki? Jepang hanya butuh waktu sepekan untuk memperbaiki lubang raksasa di jalan."

Mahasiswa doktoral di Universitas Oxford Inggris, Rafa Pereira melalui akun @UrbanDemog menulis, "Tahu kan, lubang raksasa selebar 30 meter di jalanan di Jepang? Itu diperbaiki dalam waktu 2 hari. Dua hari!"

Kekaguman juga diungkapkan Aysha Ridzuan, manajer media FourFourTwo di kawasan Malaysia & Singapura. "Dua hari. Dua. Hari. Ini!"



Seorang warga Oklahoma, AS, pemilik akun @_maartinnn_ menulis, "Jepang memperbaiki lubang raksasa dalam sepekan, sedangkan pemerintah Kota Norman butuh waktu lima tahun untuk memperbaiki jalan Lindsey Street."

Sementara pemilik akun Learninghub01 yang tinggal di Pune, India, mengapresiasi cepatnya kerja Jepang dengan komentarnya, "Ini bukti efisiennya kerja Jepang."

Warga Chula Vista di San Diego, California, pemilik akun @wrichter00 menulis, "Kita tidak bisa membereskan lubang kecil dalam waktu sepekan, tapi Jepang bisa memperbaiki lubang 30 meter dalam waktu secepat itu."

Pemilik akun Twitter @heygeoffivanlee menulis, "Di Filipina, itu butuh waktu enam bulan, atau malah bisa setahun!"

Warga Spanyol yang tinggal di Jepang, AMH Goy pemilik akun @anamgoy menulis, "Itu bukan photoshop. Begitulah masalah seharusnya dikerjakan. Angkat topi!"

Banyak orang kagum, karena lubang raksasa di Distrik Hakata itu seluas lapangan renang standar ukuran Olimpiade di tengah jalan. Diduga lubang terjadi karena pengeboran jalur kereta api bawah tanah.

Akibat ambrolnya jalan itu, jaringan listrik, air dan gas terhenti sepekan.

Beruntung tidak jatuh korban jiwa, padahal jalan itu biasanya padat di tengah kawasan bisnis yang selalu sibuk. Namun warga yang tinggal di gedung-gedung sekitarnya dievakuasi.

Pada 2014 lalu juga pernah terjadi lubang yang berukuran lebih kecil di lokasi lain Fukuoka yang juga diduga terkait pembangunan konstruksi jalur kereta bawah tanah. (AP/ABC/Reuters/CNN) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!