INTERMEZO: Salah Kremasi Jenazah, Rumah Sakit India Didenda Setengah Miliar

Setelah ada penyelidikan dari kepolisian, ternyata jenazah Purushothaman tertukar, dan sudah diserahkan ke keluarga Kanthy. Jenazah itu bahkan sudah dikremasi di keluarga Kanthy.

Rabu, 16 Nov 2016 11:56 WIB

Ilustrasi lokasi kremasi jenazah di India. (Foto: Wikipedia/Creative Commons)

KBR - Sebuah rumah sakit di kawasan selatan India di negara bagian Kerala dikenai denda sebesar 2,5 juta rupe (sekitar Rp459 juta) karena keliru mengkremasi jenazah.

Rumah sakit swasta Ernakulam Medical Center sebelumnya merawat seorang pria bernama Purushothaman pada Desember 2009 yang mengalami gangguan jantung. Namun nyawanya tidak terselamatkan. Keluarga pasien meminta jenazah disemayamkan di rumah sakit selama dua hari karena keluarga berada di luar kota.

Namun ketika keluarga Purushothaman hendak mengambil jenazah itu, ternyata sudah bertukar dengan jenazah orang lain, bernama Kanthy. Dua pria itu meninggal di hari yang sama di rumah sakit Ernakulam.

Pihak Ernakulam Medical Center mengklaim tidak salah menyerahkan jenazah.

Setelah ada penyelidikan dari kepolisian, ternyata jenazah Purushothaman tertukar, dan sudah diserahkan ke keluarga Kanthy. Jenazah itu bahkan sudah dikremasi di keluarga Kanthy.

Belakangan pihak rumah sakit menyalahkan keluarga Kanthy yang salah mengambil jenazah. Namun polisi menilai ada keteledoran dari rumah sakit sehingga terjadi penyerahan jenazah yang keliru.

Pihak rumah sakit akhirnya kembali menyerahkan jenazah Kathy ke keluarganya supaya dilakukan kremasi yang kedua, dengan jenazah yang benar.

Sementara, keluarga Purushothaman menyatakan keteledoran rumah sakit itu menyebabkan mereka mengalami tekanan mental karena tidak bisa melakukan kremasi terhadap ayah mereka sendiri.

Keluarga Purushothaman pun menggugat rumah sakit ke Komisi Sengketa Konsumen dengan tuntutan ganti kerugian sebesar 10 juta rupee (Rp1,9 miliar). Namun pengadilan hanya mengabulkan berupa denda sebesar 2,5 juta rupee (sekitar Rp500 juta). (BBC/Times of India) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Polisi Sudah Tunjuk Penyidik untuk Periksa Novel di Singapura

  • Koalisi Peduli KPK Sebut Penyerangan Air Keras Terhadap Novel Libatkan Petinggi Polri
  • Puncak Macet, 31.325 Kendaraan Keluar Tol Bogor
  • Kawanan Bersenjata Tembaki Konvoi PBB

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?