Joe Chandler, pria Amerika Serikat ini memilih tidak tahu siapa pemenang pilpres Amerika Serikat 2016. (Foto: Screenshoot WAGA-TV)

KBR - Seorang pria asal Kota Brunswick di negara bagian Georgia, Joe Chandler, mungkin menjadi satu-satunya warga Amerika Serikat yang tidak mengetahui bahwa Donald Trump menjadi presiden Amerika Serikat terpilih pada pemilu presiden lalu.

Joe Chandler mengikuti pemilu presiden pada 8 November lalu. Semula pria pertengahan tahun yang berprofesi sebagai seniman itu memutuskan untuk tidur lebih awal saat penghitungan suara pemilu presiden masih berjalan, dan akan mencari tahu pemenang keesokan harinya.

"Saya sempat diundang untuk ke pesta pemilu hingga tengah malam bersama orang banyak dan begadang. Tapi saya pikir ada cara lain yang lebih baik (untuk melewatkan malam pemilu)," kata Joe Chandler seperti dikutip Fox 5 Atlanta.

Ternyata begitu bagun tidur, ia merasakan kedamaian karena tidak tahu siapa pemenang pemilu presiden. Ia pun memutuskan menunggu sampai sore hari, sehari setelah pilpres. Lalu ia memutuskan untuk menunggu dan menahan diri mencari tahu pemenang pemilu presiden, selama yang ia mampu.

Karena itu, ia tidak tahu siapa pemenang pemilu presiden antara calon dari Partai Demokrat Hillary Clinton dan calon dari Partai Republik Donald Trump.

"Dengan saya mengurangi pengaruh dari perkelahian politik dan semua keributan di media digital, saya merasa berada di pusat badai (tidak terombang-ambing), rasanya sangat damai di tengah ketidaktahuan saya," kata Chandler.

Joe Chandler pun menjauhkan diri dari koran, televisi dan internet. Pada saat ia pergi ke luar rumah, ia mengenakan headphone sebagai penutup telinga agar ia tidak mendengarkan orang bicara mengenai pemilu presiden.

Ia juga meminta orang lain menghormati pilihannya itu, dengan membuat tulisan dan mengalungkan di depan dadanya.

"Saya tidak tahu siapa yang menang, dan saya tidak ingin tahu. Jadi tolong jangan beri tahu saya!" begitu tulisan yang tergantung di dada Joe Chandler.

Setiap ia melewati kios penjual koran, ia mengalihkan pandangannya. Beruntung ia tidak terlalu sering keluar rumah.

"Orang-orang sangat menghormati pilihan saya ini," katanya.

Ia menyadari suatu saat ketidakpedulian siapa presiden terpilih Amerika itu akan berakhir. "Mungkin saya akan berusaha sampai tahun 2020 (saat pemilu presiden berikutnya). Tapi saya sudah cukup bahagia jika bisa bertahan sampai besok," kata  Chandler.

Joe Chandler mengatakan ia sempat menelfon anaknya yang ada di Atlanta, memberitahu niatnya itu. Si anak pun berkomentar, "Mungkin ayah satu-satunya orang di negeri ini---selain mereka yang tinggal di gua, yang masih belum tahu siapa pemenangya."

Chandler pun meminta agar orang-orang tidak mencoba memberitahunya siapa pemenang pemilu presiden Amerika 2016! Karena ia sedang menikmati kebenaran dari ungkapan "ketidaktahuan adalah kebahagiaan". (UPI/Huff Post/WGN-TV/Today.com) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!