INTERMEZO: Bikin Mannequin Challenge, Tim Relawan ini Malah Banjir Kecaman

Dua relawan itu diam membeku selama beberapa detik dalam rekaman video sebelum kemudian bergerak lagi mengangkat korban ke tempat evakuasi.

Senin, 28 Nov 2016 15:47 WIB

Aksi mannequin challenge yang dilakukan relawan dari Pasukan Helm Putih (Syrian Civil Defense), yang menuai banyak kecaman. (Foto: Youtube/RFS Media Online)

KBR - Demam Mannequin Challenge atau tantangan berpose seperti boneka manekin dan merekamnya dalam video menyebar ke penjuru dunia. Bahkan di daerah konflik, seperti Suriah.

Tapi hati-hati membuat video mannequin challenge. Salah-salah bukan pujian yang Anda terima, tapi kritikan datang tak henti-henti.

Ini dialami sukarelawan di Suriah, Syrian Civil Defense atau pasukan Helm Putih. Lembaga nirlaba ini melakukan aksi tantangan manekin saat membantu korban di daerah. Dalam rekaman itu dua orang relawan Helm Putih diam tak bergerak sambil memegangi seseorang penuh debu, yang tergeletak di lantai di reruntuhan bangunan perang.

Posisi kakinya seperti tertindih reruntuhan. Dua relawan itu diam membeku selama beberapa detik dalam rekaman video sebelum kemudian bergerak lagi mengangkat korban ke tempat evakuasi.



Video itu memicu kritik, karena dianggap kejam dan tidak sensitif. Meski kemudian lembaga nirlaba Helm Putih memberi klarifikasi, bahwa aksi tantangan manekin itu hanya tipuan dimana korban adalah seorang aktor yang berpura-pura menjadi korban, kritikan tetap bermunculan.

Lembaga relawan ini merekam video mannequin challenge dengan niat "membangkitkan kepedulian terhadap warga Suriah yang menderita." Toh karena derasnya kritik, Syrian Civil Defense akhirnya meminta maaf dan menghapus rekaman video asli mereka. Namun video itu terlanjur menyebar.

"Atas nama para relawan yang terlibat, kami meminta maaf. Video ini tidak disebarkan lewat kanal resmi kami. Kami juga akan mengambil tindakan disiplin bagi mereka yang terlibat, dan mencegah agar kejadian serupa tidak terulang lagi," begitu statemen dari Syria Cifil Defense.

"Video ini membuka ruang bagi kami untuk diserang, tidak hanya dari ancaman bom, tapi juga dari pihak-pihak yang ingin membungkam kami untuk menceritakan kebenaran di medan perang," kata mereka.

Gara-gara video itu, reputasi lembaga Syria Civil Defense ternoda. Padahal, lembaga relawan itu pernah dinominasikan sebagai penerima hadiah Nobel Perdamaian, atas perannya selama ini dalam menyelamatkan para korban perang Suriah hingga 70 ribu jiwa.

Tidak kurang dari Presiden Suriah Bashar al-Assad yang selama ini memang berseberangan dengan lembaga relawan itu ikut menyerang, bahwa video-video penyelamatan yang dilakukan tim Helm Putih merupakan rekayasa. Bahkan Presiden Assad menyebut kelompok ini bagian dari kelompok oposisi Suriah. (Daily Mail/BBC) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU

  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara

Jokowi Tanggapi Komentar Prabowo Soal Ambang Batas 20 Persen

  • Dampak Kenaikan Gaji Tak Kena Pajak Mulai Dorong Konsumsi Masyarakat
  • Pemerintah Dinaikkan Harga Pokok Beras
  • Pemkab Bondowoso Bayar Wartawan Minimal Rp200 Ribu per Berita

Fasilitas KITE IKM diharapkan menjadi jawaban untuk mendorong industri kecil dan menengah untuk terus bergeliat meningkatkan ekspor di tanah air.