Ikan Senilai Rp9 Triliun Hilang Per Tahun Dari Maluku Utara

Pencurian ikan terbesar terjadi di Kabupaten Pulau Morotai.

Minggu, 20 Nov 2016 21:06 WIB

Kapal MV Hai Fa, pencuri ikan asal China. Foto: setkab.go.id

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Ternate- Hasil penelitian akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Muhlis Hafel, menyatakan pemerintah provinsi maluku utara kehilangan sumber daya ikan hingga Rp9 triliun akibat pencurian nelayan asing. Menurutnya, pencurian terbesar terjadi di Kabupaten Pulau Morotai.

Karena itu, ia mendesak pemerintah provinsi maluku utara untuk mengambil langkah-langkah taktis untuk mencegah pencurian ikan tersebut.

"Hasil penelitian saya kemarin mohon maaf sudah berulang kali saya sebutkan karena ini terlalu banyak di Morotai itu kehilangan ikan per tahun Rp9 triliun, kalau kita banding dengan APBD Maluku Utara, APBD berapa Rp 2,3 triliun. Nah kalau dana hilang sekitar Rp9 Triliun, saya bandingkan dengan Natuna yang hanya Rp5 triliun itu berarti lebih besar Maluku Utara," jelasnya.

"Nah kalau itu yang terjadi maka pertanyaanya apa yang sebenarnya menyebabkan sehingga itu terjadi, hasil penelitian saya juga membuktikan bahwa ternyata kehilangan ikan itu disebabkan oleh diistilahkan ada perusahaan namanya perusahaan ali baba, ahlinya di Filipina babanya di Indonesia namanya perusahaan kali kong dilakukan oleh aparat saya nda tau aparat mana tapi ada."

Untuk mengatasi persoalan itu, lanjut Muhlis, beberapa waktu lalu Pemprov Provinsi Maluku Utara membuat program namanya Lumbung Ikan Nasional di Maluku Utara. Namun, menurut Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara, Wahda Zainal Imam, pemerintah provinsi lemah dalam menyambut dua kebijakan program pemerintah pusat. Program itu adalah program Lumbung Ikan Nasional (LIN) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kabupaten Pulau Morotai. Menurutnya, kedua program nasional itu hingga saat ini tak tampak di Maluku Utara.

Editor: Sasmito 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Sidang Korupsi e-KTP, Setya Novanto Mengaku Sakit

  • Libur Natal dan Tahun Baru 2018, PT KAI Daop 3 Cirebon Siapkan Kereta Tambahan
  • Kim Jong-un Sesumbar Jadikan Korut Negara Nuklir Terbesar di Dunia
  • Thailand Takkan Jalin Kerjasama Perdagangan dengan Korea Utara