Presiden Joko Widodo beri arahan pada prajurit Komando Pasukan Khusus TNI AD. (Foto: Antara)



KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo mengistruksikan kepada seluruh Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) untuk menjadi garda terdepan dalam mempererat kemajemukan dan menjaga persatuan Indonesia. Kata dia, hal itu menjadi tugas utama prajurit yang mutlak di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan golongan.

Dia menegaskan, keragaman tak semestinya membuat Indonesia menjadi terpecah belah.

"Pada momentum hari pahlawan ini, saya sebagai panglima tertinggi memerintahkan kepada perwira dan prajurit Kopassus menempatkan diri sebagai perekat kemajemukan, dan menjaga persatuan Indonesia. TNI adalah satu, Tentara Nasional yang bisa berdiri tegak mempersatukan ras, mempersatukan suku, mempersatukan agama dalam mewujudkan kemerdekaan dan terus menjaga kebhinekaan tunggal ika. Karena hanya dengan itu Indonesia bisa menjadi bangsa majemuk yang kuat dan solid," ujarnya saat memberikan arahan kepada Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Lapangan Upacara Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta, Kamis (10/11).

Jokowi berpesan, agar seluruh prajurit TNI di manapun   berada dapat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segala kepentingan pribadi dan golongan lainnya. Prajurit kata dia, haruslah berdiri tegak di atas semua golongan untuk kejayaan Indonesia. 

"Para prajurit Kopassus senantiasa siap ditugaskan di mana pun, ditugaskan jadi bhayangkari negara dan bangsa. Dan tidak pernah gentar membela ideologi negara, Pancasila serta selalu setia  pada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Prajurit TNI dimanapun berada harus mengutamakan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi dan golongan untuk kejayaan Indonesia, berdiri tegak di atas semua golongan, mengatasi kepentingan pribadi atau kelompok untuk kemajuan indonesia," ucapnya.

Tak lupa, dalam kesempatan yang sama dia juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota TNI umumnya dan anggota Kopassus khususnya atas kinerjanya selama ini memperjuangkan dan selalu setia kepada NKRI yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945.

"Saya tahu di sini hadir Satuan Sandi Yudha, Satuan Para Komando (Parako), Satuan Gultor, saya ingin mengingatkan bahwa pahlawan kusuma bangsa, para pendiri TNI seperti Panglima Besar Jenderal Sudirman mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk memperjuangkan kemerdekaan. Bagi kita memperjuangkan Indonesia yang satu. Oleh karenanya seluruh rakyat Indonesia dan saya ingin menyampaikan rasa bangga kepada para prajurit Komando Pasukan Khusus sebagai prajurit TNI," tambahnya.

Sebelumnya, dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 Nvember 2016, Presiden Jokowi memimpin langsung upacara di Markas Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur.

Hadir dalam acara tersebut di antaranya Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, dan Kepala Staf Angkatan Darat,  Mulyono.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!