Bareskrim-Kejagung Koordinasikan Berkas Perkara Ahok

Penyidik Bareskrim Polri koordinasi berkas perkara dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama.

Selasa, 22 Nov 2016 14:46 WIB

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Foto ANTARA


KBR, Jakarta - Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Agus Andrianto menemui tim jaksa kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama. Agus mengaku tengah berkoordinasi mengenai berkas perkara petahana tersebut.

"Ini sudah melalui proses yang cukup panjang. Beliau juga pasti sudah mengikuti ceritanya seperti apa, gelarnya seperti apa. Mudah-mudahan kalau mereka sudah memahami, nanti berkas yang kita konsultasikan dengan mereka mudah-mudahan tidak terlalu lama bisa menentukan sikap," kata Agus di Mabes Polri, Selasa (22/11/16).

Agus menargetkan berkas Ahok tersebut diserahkan ke jaksa penuntut umum di Kejaksaan Agung pada pekan depan. Nantinya jaksa akan meneliti isi berkas apakah sudah dianggap lengkap atau belum. Penyidik Bareskrim akan sering berkoordinasi dengan jaksa agar perkara ini bisa segera bergulir ke pengadilan. "Kita sudah beberapa kali dari awal peningkatan penyidikan kita sudah koordinasi. Ini yang kedua," ujarnya.

Penetapan tersangka terhadap Ahok dilakukan setelah gelar perkara terbuka terbatas pada Selasa (15/11). Dalam gelar perkara tersebut tim penyelidik memaparkan hasil penyelidikan dan bukti-bukti yang dimiliki, mulai dari keterangan saksi, ahli, sampai bukti video. Kemudian, masing-masing pihak dari kepolisian, pelapor, dan terlapor diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya.

Dari pelbagai bukti dan keterangan tersebut, Bareskrim kemudian memutuskan untuk melanjutkan penyelidikan kasus Ahok ke tingkat penyidikan. Ahok dijerat Pasal 156 huruf a KUHP tentang penistaan agama dan dicegah bepergian ke luar negeri. (dmr)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR