Air merendam rumah warga di Desa Pesantren, Tembelang, Jombang. (Foto: KBR/ Muji Lestari)


KBR, Jombang – Sejumlah desa di enam kecamatan di Jombang, Jawa Timur dilanda banjir. Kecamatan itu antara lain Jombang, Tembelang, Sumobito, Kesamben, Mojoagung dan Kecamatan Bareng.

Salah satu warga, Aisyah mengatakan, banjir terjadi sejak Sabtu (26/11/2016) dini hari setelah hujan deras mengguyur kabupaten itu selama lebih dari 10 jam. Akibatnya, ketinggian air mencapai 80 centimeter atau setinggi paha orang dewasa.

"Banjir sejak tadi malam, penyebabnya hujan terus menerus kemarin sampai pagi tadi subuh jam 05.00 WIB belum reda. Saya tadi kan ke pasar jualan sayur, terus pulang-pulang itu rumahnya penuh air. Kampung sini dikelilingi sungai," cerita Aisyah di Jombang, Sabtu (26/11/2016).

Warga asal Desa Pesantren itu mengatakan, akibat hujan deras yang cukup lama itu, sungai yang melintasi desanya meluap hingga menggenangi rumah-rumah warga.

Baca: Normalisasi 3 Sungai di Jombang Telan Anggaran 300 Miliar

Sementara warga lain, Saini menuturkan, banjir merupakan bencana tahunan yang kerap melanda desanya setiap musim hujan tiba. Kendati begitu, warga enggan mengungsi dan memilih bertahan di rumah masing-masing. Selain karena terbiasa menghadapi banjir, mengungsi membuat warga khawatir jika barang-barang berharga miliknya hilang saat rumah ditinggalkan.

Akibat banjir, aktivitas warga terganggu. Karena seluruh akses jalan terendam air sehingga tak memungkinkan dilalui kendaraan. Baik kendaraan roda empat maupun roda dua.

Hingga kini, menurut Saini warga Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang itu, pihaknya belum menerima bantuan dari pemerintah setempat. Dia dan warga lainpun berharap mendapat bantuan makanan dan bahan pokok. Sebab selama banjir, aktivitas warga dan kegiatan perekonomian lumpuh. (ika)

Baca: Belasan Desa di Jombang Kembali Terendam Banjir

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!