Bangkai Kapal Mulya Sejati Ditemukan di Rembang

Kapal Mulya Sejati yang tenggelam usai ditabrak kapal berbendera Vietnam pada Sabtu lalu di Tuban, Jawa Timur.

Kamis, 24 Nov 2016 11:11 WIB

Kapal Mulya Sejati yang terdampar di Rembang. Foto: Musyafa/KBR

KBR, Rembang – Separuh bangkai kapal Mulya Sejati yang ditabrak kapal berbendera Vietnam Sabtu lalu di Tuban, Jawa Timur, terdampar sampai perairan Rembang, Jawa Tengah. Bangkai kapal akhirnya berhasil ditarik oleh nelayan desa Jatisari Kecamatan Sluke, Rembang, Rabu malam (23/11).

Untuk memastikan korban, Badan SAR Nasional dan BPBD Rembang melakukan penyelaman di badan kapal Mulya Sejati yang ditabrak kapal berbendera Vietnam pada Sabtu lalu di Tuban, Jawa Timur.

Bangkai kapal posisinya tertelungkup, diprediksi terseret oleh kuatnya arus dari tempat tabrakan ke arah barat, sejauh 70 kilo meter. Penarikan tak bisa sampai ke pinggir pantai, lantaran pada posisi 0,5 kilo meter sebelum sandaran perahu, badan kapal sudah lebih dulu kandas membentur dasar laut.

Sekretaris Desa Jatisari yang memimpin penarikan kapal, Suwandi mengatakan, pihaknya menemukan sebuah tas warna hitam, diduga kuat milik salah satu anak buah kapal Mulya Sejati yang hilang. Tas berisi KTP atas nama Sunardi (61 tahun), warga desa Tlogomojo Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Selain itu, juga terdapat perbekalan pakaian, obat–obatan, uang Rp21 ribu dan 6 pasang sarung tangan.

“Pada akhirnya potongan kapal bisa kami tarik ke lepas pantai, tapi sampai saat ini belum bisa sampai ke pinggir, karena tiangnya menyangkut dasar kapal. Itu bagian depan. Barang yang ditemukan sementara 1 tas hitam, dengan isinya baju, uang, sarung tangan dan KTP atas nama Sunardi," jelasnya kepada KBR, Kamis (24/11).

Kecelakaan kapal tersebut menyebabkan 3 orang tewas, 12 orang hilang dan 12 orang lainnya selamat.


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.