Bahas Ahok, Setnov Sambangi Kediaman Megawati

Setnov enggan berkomentar terhadap awak media.

Minggu, 20 Nov 2016 16:23 WIB

Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kanan) berbincang dengan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (kiri) saat menggelar pertemuan di Jakarta, Minggu (20/11). Foto: Antara

KBR, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto menyambangi kediaman Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri di Jalan Teuku Umar, Jakarta, siang tadi. Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, pertemuan dua pemimpin partai tersebut bakal membahas soal dinamika politik nasional. Selain itu kata dia, keduanya juga akan membahas dukungan untuk calon gubernur petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Tentu saja pertemuan untuk memperkuat tali silahturahmi dan Golkar kan sudah secara resmi dengan Jokowi dan JK mendukung. Dalam pertemuan nanti akan dibahas dinamika politik nasional dan status kita ke depan sebagai partai pendukung Ahok," ujarnya dikediaman Ketua Umum PDIP, Jalan Teuku Umar, Jakarta.

Dia membantah soal dugaan, hanya PDIP yang bekerja maksimal dalam pemenangan pasangan nomor dua tersebut. Kata dia, semua partai pendukung bekerja sesuai dengan tupoksinya masing-masing.

"Terkait Ahok dan Djarot, partai Golkar yang memberikan dukungan terlebih dahulu kepada Ahok dan kemudian dukungan ini tentu dioperasionalkan dalam kerja bersama untuk memenangkan hati rakyat di DKI," ucapnya.

Kata dia, sebenarnya rencana pertemuan keduanya sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari. Hanya menurut dia baru kali ini terealisasi.

"Disampaikan ibu ketum, PDIP selalu mengutamakan persaudaraan, bahwa persaudaraan kita selama ini dirasakan berbeda dengan pertemuan sebelumnya. karena memang ketika para pemimpin bangsa bertemu tentu saja agenda-agenda yang dibahas tidak terlepas dari persoalan aktual saat ini," tambahnya.

Sementara itu, Setya Novanto tiba di kediaman Megawati sekitar pukul 13.00 WIB langsung memasuki kediaman Megawati tanpa berkomentar kepada media. Setya hadir didampingi pengurus teras DPP Golkar Nurul Arifin dan Idrus Marham.


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi