Antisipasi Penghadangan Kampanye, Ini Saran Bawaslu

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta meminta pasangan calon peserta Pilkada mengajukan sejak jauh-jauh hari rencana kampanye terbuka dan tatap muka.

Sabtu, 19 Nov 2016 14:29 WIB

Ilustrasi: Penolakan kampanye salah satu pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta. Warga menggelar aksi penolakan di tempat yang akan dikunjungi calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Pur

KBR, Jakarta - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta meminta pasangan calon peserta Pilkada mengajukan rencana kampanye terbuka dan tatap muka, sejak jauh-jauh hari. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi aksi penolakan dan ancaman oleh kelompok tertentu terhadap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu Jakarta, Muhammad Jufri mengungkapkan, selama ini pengajuan rencana kampanye oleh pasangan calon kerap dilakukan mendadak. Akibatnya, petugasnya dan aparat keamanan tak matang menyiapkan langkah pencegahan dan pengawasan.

"Selama ini kan pasangan calon mengajukan jadwal dan lokasi kampanye terbuka selalu mendadak. Kami usulkan juga ini ke KPU agar jadwal kampanye dan lokasi bisa diajukan jauh-jauh hari," jelas Jufri di Jakarta, Sabtu (19/11/2016).

Baca: Bawaslu Naikkan Status 1 Kasus Penghadangan Kampanye Ahok ke Penyidikan

"Ini kan pagi ini kampanye, malam baru kasih jadwal dan lokasi. Kami kesulitan koordinasi dengan keamanan dan pengawas kita di lapangan," imbuhnya.

Sementara itu, anggota KPU DKI Jakarta Mohammad Fadlilah menyatakan akan memperbaiki pengaturan jadwal kampanye pasangan calon sehingga aksi-aksi penolakan terhadap salah satu pasangan tak lagi berulang.

Sebelumnya, Bawaslu DKI Jakarta memastikan aksi penolakan kampanye terhadap pasangan Ahok-Djarot dinyatakan sebagai tindak pidana pemilu.

Baca: Laporan Penghadangan Kampanye Ahok-Djarot




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Sidang Korupsi e-KTP, Setya Novanto Mengaku Sakit

  • Libur Natal dan Tahun Baru 2018, PT KAI Daop 3 Cirebon Siapkan Kereta Tambahan
  • Kim Jong-un Sesumbar Jadikan Korut Negara Nuklir Terbesar di Dunia
  • Thailand Takkan Jalin Kerjasama Perdagangan dengan Korea Utara