Amonia Pupuk Iskandar Muda Bocor, Polisi Gandeng Ahli Kimia

"Intinya tentang gas amonia yang terbang inilah, kemudian bagaimana dampak-dampaknya atau penyebabnya."

Kamis, 17 Nov 2016 22:32 WIB

Korban dugaan pencemaran amonia PT Pupuk Iskandar Muda, masih dirawat intensif di RS PT Arun LNG, Kamis (17/11). (Foto : KBR/Erwin Jalaluddin)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Lhokseumawe– Kepolisian Lhokseumawe menggandeng  ahli kimia dari Perguruan Tinggi dan Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Utara,  untuk mengungkap pencemaran udara oleh PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). Kasus itu menyebabkan puluhan warga setempat, tumbang menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Lhokseumawe, Yasir mengatakan, keterlibatan tim ahli kimia tersebut sangat penting untuk melakukan pengungkapan bocornya amonia PIM. Kata Dia, polisi komit melakukan pengungkapan terkait dampak lingkungan tersebut.

”Kita nanti akan ambil saksi lain lagi dari lingkungan untuk menyampaikan tentang keilmuannyalah. Intinya tentang gas amonia  yang terbang inilah, kemudian bagaimana dampak-dampaknya atau penyebabnya. Pokoknya, keahliannya akan Kita ambil juga sambil menggandeng tim Bapedalda dari KLH, ” kata Yasir menjawab KBR, Kamis (17/11).  

Kasus bocornya amonia PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) mengakibatkan warga Desa Tambon Baroh dan Tunong Kabupaten Aceh Utara, mengalami tumbang. Selain mual-mual dan pusing juga bermasalah dengan infeksi saluran pernafasan (Ispa) atau sesak. Tim penyidik Polres Lhokseumawe sudah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang karyawan PIM dalam kasus tersebut.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.