Korban dugaan pencemaran amonia PT Pupuk Iskandar Muda, masih dirawat intensif di RS PT Arun LNG, Kamis (17/11). (Foto : KBR/Erwin Jalaluddin)


KBR, Lhokseumawe– Kepolisian Lhokseumawe menggandeng  ahli kimia dari Perguruan Tinggi dan Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Utara,  untuk mengungkap pencemaran udara oleh PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). Kasus itu menyebabkan puluhan warga setempat, tumbang menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Lhokseumawe, Yasir mengatakan, keterlibatan tim ahli kimia tersebut sangat penting untuk melakukan pengungkapan bocornya amonia PIM. Kata Dia, polisi komit melakukan pengungkapan terkait dampak lingkungan tersebut.

”Kita nanti akan ambil saksi lain lagi dari lingkungan untuk menyampaikan tentang keilmuannyalah. Intinya tentang gas amonia  yang terbang inilah, kemudian bagaimana dampak-dampaknya atau penyebabnya. Pokoknya, keahliannya akan Kita ambil juga sambil menggandeng tim Bapedalda dari KLH, ” kata Yasir menjawab KBR, Kamis (17/11).  

Kasus bocornya amonia PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) mengakibatkan warga Desa Tambon Baroh dan Tunong Kabupaten Aceh Utara, mengalami tumbang. Selain mual-mual dan pusing juga bermasalah dengan infeksi saluran pernafasan (Ispa) atau sesak. Tim penyidik Polres Lhokseumawe sudah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang karyawan PIM dalam kasus tersebut.

Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!