Aksi 411, BNPT: Eks Napi Terorisme Memantau

"Kita masuk terus. Kita tahu lokasinya. Dan petugas pantau ketat. (Jaringan mana?) Ya itu kan ada mantan napi."

Kamis, 24 Nov 2016 20:53 WIB


KBR, Jakarta- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan  kelompok radikal ada yang mengikuti aksi demonstrasi pada 4 November 2016 lalu. Kepala BNPT, Suardi Aliyus mengatakan,  mendapatkan informasi kelompok radikal tersebut saat itu hanya untuk memantau berjalannya aksi demonstrasi.

"Kemarin tanggal 4 ada yang turun. Tapi memantau. Ada beberapa daerah. Sekarang ini belum ada, tapi kita pantau terus," ujarnya kepada wartawan saat memberikan arahan kepada Gubernur se Indonesia, di Kantor Mendagri, Jakarta, Kamis (24/11).

Kata dia, kebanyakan dari mereka yang turun saat itu merupakan orang yang sebelumnya pernah ditahan akibat terlibat kasus terorisme. Dia memastikan, hingga saat ini jajarannya masih memantau keberadaan orang-orang tersebut. Tujuannya kata dia agar mereka tidak kembali melakukan aksi teror.

"Kita masuk terus. Kita tahu lokasinya. Dan petugas pantau ketat. (Jaringan mana?) Ya itu kan ada mantan napi (teroris). Mereka kan mantau. Kita ikuti yang potensial," ucapnya.

Dia menambahkan, meski belum ada laporan pasti, potensi aksi teror pada pelaksanaan aksi demonstrasi tanggal 2 Desember mendatang bisa jadi ada. Oleh karenanya kata dia, terus melakukan monitoring secara ketat.

"Belum ada, tapi potensi selalu ada. Karenanya kita monitor. (Mantan napinya dari mana?) Ada beberapa daerah. Ya misalnya daerah Jawa, dan beberapa lain tempat," tambahnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

KPPU Belum Temukan Indikasi Monopoli PT IBU

  • Menristek Bakal Tindak Dosen HTI Sesuai Prosedur
  • PUPR Kejar Sejumlah Ruas Trans Sumatera Beroperasi 2018
  • Kelangkaan Garam, Kembali ditemukan Garam Tak Berlogo BPOM

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.