Panglima TNI Gatot Nurmantyo. (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- Panglima TNI, Gatot Normantyo Menuding   ada pihak luar yang menunggangi  rencana aksi demonstrasi pada   2 Desember mendatang. Kata dia, indikasi awal  pemberitaan pengeroyokan   Rizieq Syihab oleh  anggota TNI hingga masuk rumah sakit yang pemberitaannya justru berada di media Australia dan New Jersey, Amerika Serikat.

Menurut informasi yang dia dapat, sasaran utama dari aksi tersebut adalah memecah belah bangsa Indonesia dan menggulingkan Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Demonstrasi ini sudah selesai, apa yang diminta sudah diberikan Pemerintah lewat Kapolri melalui proses hukum, sebagai tersangka. Kalau ada demonstrasi alasannya jatuhkan pelindung ahok, kan begitu ada di medsos. Jatuhkan RI1 sudah tidak murni dan pasti akumulasi luar pun ikut. Kenapa? Karena tanggal 20 kemarin saya dikejutkan berita bahwa Habib Rizieq dianiaya oleh oknum Kostrad dan masuk RS, saya cek tidak ada, dan saya telusuri berita itu ada dua sumbernya dari wilayah australia, dan New jJersey USA, ini yg saya perlu ingatkan," ujarnya kepada wartawan usai memberikan arahan kepada Gubernur Seluruh Indonesia di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (24/11).

Panglima TNI  mengimbau agar aksi lanjutan 4 November lalu yang bakal dilakukan tanggal 2 Desember mendatang tidak perlu lagi dilakukan. Apalagi kata dia, tuntutan awal aksi tersebut sudah dipenuhi oleh Pemerintah.

Dia juga meminta semua pihak untuk tidak gampang termakan oleh provokasi dari pihak mana pun. Terutama kata dia, provokasi dari media sosial.

"Saya itu hanya mengingatkan  bahwa pada saat demontrasi 4 November kemarin itu demonstrasi karena hati nurani dan demonstrasi itu membuat cap bahwa Indonesia adalah sebagai negara yang berpenduduk mayoritas Islam yang demokratis, damai, indah dan rahamatalil alamin. Malamnya ada kejadian itu bukan ulah demonstran, itu ulah yang tidak rela begitu indahnya demonstrasi. Maka saya sarankan kalau udah seperti ini, mari semua anak bangsa bersatu, tunjukan bahwa Indonesia kumpulan patriot sejati," ucapnya.

Disamping itu kata dia, untuk merealisasikan hal itu, TNI mengajak semua unsur masyarakat di seluruh Indonesia untuk membuat dan menghadiri acara doa bersama di wilayahnya masing-masing. Rencananya kata dia, acara itu akan dilakukan serentak di pusat-pusat kota masing-masing pada Rabu  30 November pukul 07:00 pagi.

Dia berharap, dengan acara ini, semua masyarakat Indonesia semakin paham kalau Indonesia merupakan milik kita bersama dan bukan milik perorangan dan kelompok.

"Tanggal 30 pagi berkumpul di provinsi, kabupaten, berkumpul bersama-sama untuk tunjukan ikat kepala merah putih. Kalau di Jakarta nanti di Monas, Dengan judul Nusantara I, temanya Indonesia Milikku, Indonesia Milikmu, Indonesia Milik kita bersama, itulah Bhineka Tunggal Ika. Kita tunjukan sama-sama di situ kita berbicara. Mari kita tunjukan Indonesia itu besar, mari kita buat Nusantara bersatu kumpul semua," tambahnya.

Gatot  meminta kepada pihak yang bakal melakukan aksi tanggal 2 Desember untuk menggantinya dan datang pada acara tanggal 30 November nanti.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!