TNI Tunggu Penjelasan Amerika Soal Pelarangan Kunjungan Panglima

Panglima TNI Gatot Nurmantyo menerima undangan dari Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, Joseph F Dunport, Jr.

Minggu, 22 Okt 2017 19:15 WIB

Juru bicara TNI Wuryanto. Foto: Bambang Hari

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia menunggu penjelasan dari pemerintah Amerika Serikat soal larangan Panglima TNI Gatot Nurmantyo berkunjung ke Negeri Paman Sam itu. Juru Bicara TNI, Wuryanto menjelaskan, Panglima Gatot bersama delegasi sedianya hadir dalam acara pertemuan angkatan bersenjata se-Asia-Pasifik (Chiefs of Defense Conference on Countering Violent Extrimist Organizations) sebagai undangan.

Menurut Wuryanto, undangan dikirim secara resmi oleh Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, Joseph F Dunport, Jr.

"Pihak TNI masih menunggu penjelasan atas insiden ini, mengingat kepergian ke Amerika atas undangan resmi Panglima Angkatan Bersenjata AS dan atas hubungan baik kedua negara, serta hubungan baik antara Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat dan Panglima TNI," terang Wuryanto dalam jumpa pers di Medan Merdeka Barat, Jakarta.

Wuryanto menambahkan, Panglima TNI Gatot Nurmantyo membatalkan keberangkatan sebelum menerima penjelasan resmi dari Amerika Serikat. Kata dia, Panglima TNI juga telah melaporkan kejadian ini kepada Presiden Joko Widodo, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menkopolhukam Wiranto. Gatot juga telah berkirim surat kepada Joseph F Dunport, Jr.

Visa Lengkap

Selain itu Juru Bicara TNI Wuryanto juga memastikan, Panglima TNI bersama delegasinya telah melengkapi sejumlah persyaratan administrasi dan visa untuk pemberangkatan.

Sabtu 21 Oktober, Panglima TNI Gatot Nurmantyo bersiap berangkat dengan menggunakan maskapai Emirates, dengan jadwal keberangkatan pukul 17.50 WIB. Sebelum check-in, Gatot menerima pemberitahuan dari maskapai penerbangan bahwa dirinya dilarang memasuki wilayah AS oleh US Custom and Border Protection. Adapun delegasi yang ikut bersama Gatot di antaranya istri, serta sejumlah asisten.

"Jumlah delegasi sangat kecil. Karena sudah ada aturan dari Pak Presiden, kan," katanya.

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.