Setya Novanto Mangkir Sidang E-KTP

Sudah 2 kali Ketua DPR Setya Novanto tak menghadiri panggilan bersaksi di pengadilan Tipikor.

Jumat, 20 Okt 2017 15:11 WIB

Ketua DPR Setya Novanto. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Ketua DPR Setya Novanto kembali mangkir dari persidangan kasus korupsi KTP elektronik. KPK telah menerima surat pemberitahuan dari DPR tentang ketidakhadiran Novanto. Jaksa diminta membacakan saja Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Novanto di sidang.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Wawan Sunaryanto menyatakan bakal menolak permintaan ini sebab keterangan melalui BAP saja tidak cukup.

"Sebagaimana di dakwaan kita kan sudah jelas, di situ ada 55 dengan pak SN, Jadi kita harus mengkonfirmasi dari dakwaan yang sudah kita susun. (Jadi BAP saja tidak cukup?) Ya, kita harus mengkonfirmasi langsung," kata Wawan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (20/10/2017).

Wawan menambahkan, jaksa KPK berencana melayangkan pemanggilan ketiga kepada Novanto di persidangan berikutnya. Ini merupakan kedua kalinya Novanto mengabaikan panggilan sebagai saksi untuk terdakwa Andi Agustinus atau Andi Narogong.

"Sesuai dengan surat yang kami terima, pada hari ini ada kegiatan lain di DPR. Seperti yang kami sampaikan pada majelis hakim, kami kemungkinan akan memanggil lagi," kata Wawan

Pada persidangan hari ini, jaksa menghadirkan sejumlah saksi di antaranya Sandrawati, Nurhadi Putra dan Drajat Wisnu Setiawan.

Dalam kasus korupsi KTP elektronik, Andi Narogong didakwa merugikan negara Rp 2,3 triliun. Andi diduga memberikan suap terkait proses penganggaran proyek KTP elektronik di DPR tahun anggaran 2011-2013. Setya Novanto diduga mengatur proyek ini bersama Andi dan menerima jatah Rp 574 miliar.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Pimpinan DPR Kritik Keputusan Pemerintah Impor Beras Tanpa Rekomendasi Kementan

  • Pertemuan Bilateral Bersama Menhan AS, Ryamizard Akui Belum Mau Beli Alutsista Sekarang
  • Ditetapkan Sebagai Tersangka, Bupati Kebumen Berniat Mengundurkan Diri
  • UE Yakinkan Abbas Yerusalem Timur Jadi Ibu Kota Palestina

Presiden Joko Widodo menyerukan agar PR anak-anak sekolah tak hanya urusan menggarap soal. Tapi melakukan hal-hal yang terkait kegiatan sosial dan lingkungan.