Pemeriksaan Internal Direktur Penyidikan KPK Kelar

Direktur Penyidikan KPK Brigadir Jenderal Polisi Aris Budiman diperiksa internal terkait 2 hal

Selasa, 03 Okt 2017 20:13 WIB

Direktur Penyidikan Aris Budiman saat hadir memenuhi undangan Pansus Angket tanpa izin Pemimpin KPK. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta-  Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan pemeriksaan internal terhadap Direktur Penyidikan lembaga antirasuah tersebut, Aris Budiman telah selesai. Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, saat ini hasil penyeledikan sudah di pemimpin KPK.

Kata dia, nantinya komisioner  bakal menentukan sikap terkait pemeriksaan tersebut apakah layak Polisi Bintang Satu itu dikenakan sanksi atau tidak terkait kehadirannya dalam rapat Pansus Hak Angket KPK beberapa waktu lalu tanpa izin.

"Proses Pemeriksaan Internal sudah selesai dilakukan kemudian Direktorat Pemeriksaan Internal sudah menyampaikan hasilnya kepada Pimpinan KPK. Nanti kita akan lihat lagi bagaimana hasil pertimbangan Pimpinan dan apa yang akan dilakukan," ucapnya kepada wartawan di kantor KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (03/10).

Kata dia,  KPK tengah menelaah hasil pemeriksaan internal tersebut sampai ada keputusan yang pasti soal tindakan Aris Budiman tersebut. Febri tak bisa memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan  untuk menelaah sampai akhirnya menentukan sikap.

"Yang pasti nanti akan ada arahan atau instruksi-instruksi lanjutan pasca hasil pemeriksaan itu diserahkan. (Tidak akan diumumkan?) Nanti kami sampaikan lebih lanjut apa arahan dan instruksi Pimpinan soal itu. Yang pasti ini semua dilakukan untuk menjaga integritas dari institusi ini," ucapnya.

Sebelumnya, ada dua materi yang menjadi fokus pemeriksaan tim internal.  Pertama soal kasus surat elektronik (email) penyidik Novel Baswedan kepada Direktur Penyidikan KPK Brigadir Jenderal Polisi  Aris Budiman.  Kemudian kedatangan Aris di rapat dengar pendapat (RDP) Pansus Hak Angket KPK.

Sementara, terkait pelaporan Aris atas pencemaran nama baik Novel belum masuk ke tahap pemeriksaan. Menurut Febri, perseteruan keduanya akan diselesaikan melalui forum dialog internal.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Anas Urbaningrum Jadi Saksi Sidang e-KTP

  • Wasekjen Golkar: Ketua Umum Selanjutnya Sebaiknya Tidak Rangkap Jabatan
  • Ratusan Penumpang KA Jalur Selatan Diangkut Bus akibat Longsor Garut
  • Warga AS Eks Tahanan Korut Ditemukan Tewas Terbakar