Operasi Mata Penyidik Senior KPK akan Dilakukan 2 Pekan Lagi

Operasi tahap 2 dilakukan menunggu kesiapan kesehatan Novel Baswedan

Sabtu, 07 Okt 2017 12:00 WIB

Poster solidaritas bagi Penyidik Senior KPK Novel Baswedan.

KBR, Jakarta- Operasi tahap dua mata kiri Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal dilakukan pada pertengahan bulan Oktober ini. Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, menurut keterangan tim dokter, hal itu dilakukan karena sudah banyak perubahan yang signifikan pada mata sebelah kiri Novel usai operasi yang pertama 17 Agustus lalu.

Kata dia, saat ini tim dokter sedang mempersiapkan berbagai macam  sebelum operasi termasuk kesiapan kondisi kesehatan Novel untuk memastikan apakah operasi bakal bisa dilakukan atau tidak.

"Di Bulan Oktober ini direncanakan akan dilakukan operasi tahap kedua. Nah kita berharap nanti kondisi-kondisi persiapan menjelang operasi tahap kedua untuk mata kiri tersebut bisa berjalan dengan baik. Karena kemarin sejauh ini untuk operasi tahap satu sudah berjalan cukup bagus," ujarnya kepada wartawan di kantor KPK, Kuningan, Jakarta.

Sedangkan untuk mata kanan Novel kata dia, jaringan-jaringan kornea yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah saat ini sudah semakin membaik. Meski demikian kata dia, mata kanan Novel masih memerlukan proses penyembuhan yang cukup intensif.

"Dan bahkan untuk mata kanan sudah ada perbaikan di sana meskipun tentu proses penyembuhan masih dibutuhkan," ucapnya.

Untuk penanganan perkara penyiramanan air kerasnya  kata dia, KPK sudah cukup lama tidak mendapat informasi perkembangan penuntasan kasus dari Kepolisian. Padahal menurut dia, saat Kapolri mendatangi Kantor KPK beberapa bulan lalu, berjanji bakan melaporkan perkembangan penanganan perkara setiap dua pekan sekali.

Dia berharap Kepolisian benar-benar serius menangani perkara ini mengingat sudah cukup lama perkara ini terjadi.

"Kita belum mendapatkan informasi hingga saat ini. (jadi KPK menunggu?) koordinasi kita lakukan kalau ada perkambangan di Kepolisian tentu akan disampaikan ke KPK," tambahnya.

Sementara itu Polisi berencana ke Singapura untuk melakukan pemeriksaan ulang.  Juru Bicara Polda Metro Jaya, Argo Yuwono mengatakan, penyidik masih melakukan penyelidikan terkait kasus itu. Namun menurutnya Polisi selalu kesulitan untuk menemukan pelaku, karena tidak ada saksi yang mengenalinya.

"(Siram air keras?) Sama, kita belum dapat perkembangan yah. Masih diselidiki terus sama penyidik. (Akan datang lagi ke Singapura?) Kalau memang itu diperlukan, tentu penyidik bakal ke sana lagi yah. (Kesulitannya apa sih pak?) Ya masih sulit, tidak ada saksi yang mengenalinya," katanya saat ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis.

Argo meyakinkan  kasus penyiraman air keras ini masih akan jadi prioritas. Namun, ia meminta   bersabar hingga Polisi memiliki bukti dan data yang lebih valid.

"Jadi yang jelas masih ditangani, kita tunggu saja," jelasnya.

Kasus penyiraman terhadap Novel Baswedan hingga kini tidak memperlihatkan perkembangan yang cukup baik. Meski sketsa pelaku sudah diperlihatkan, hingga kini pelaku belum ditangkap. Belakangan, Kadiv Humas Mabes Polri menyebutkan jika sketsa wajah yang diduga pelaku penyiraman itu tidak ada yang sinkron.

Editor: Rony Sitanggang  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau