Mulai Besok, Tol Tak Layani Pembayaran Tunai

"Besok, kita lakukan hal serupa tapi semua menggunakan uang elektronik,"

Senin, 30 Okt 2017 22:18 WIB

Ilustrasi: Gerbang tol Cikarang

KBR, Jakarta- Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengungkapkan seluruh pengguna jalan tol harus menggunakan pembayaran nontunai di seluruh Indonesia mulai besok (31/10). Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna mengatakan, target tersebut bisa dicapai karena sampai saat ini hanya 8 persen pengguna jalan tol yang belum menggunakan kartu tol elektronik (e-toll).

Dia menjelaskan, saat ini sudah 92 persen pengguna jalan tol di seluruh Indonesia yang menggunakan pembayaran non tunai. Untuk di Jabodetabek, pelanggan tol yang belum beralih menggunakan kartu e-toll tinggal 5 persen, sedangkan non-Jabodetabek sebesar 12 persen, dan luar Jawa 23 persen.

Dari sisi kesiapan alat, Herry mengatakan, hampir seluruh gerbang dan gardu tol sudah dapat menerima transaksi nontunai. Saat ini, BPJT bertanggungjawab atas 344 gerbang dan lebih dari 1700 gardu tol di seluruh Indonesia. Masing-masing gerbang dan gardu itu memiliki satu pekerja yang berjaga.

Herry mengatakan, ada sekitar 4,5 sampai 5 juta transaksi tol setiap harinya. Dia juga menegaskan, penanganan jalan tol besok akan sama seperti biasa.

"Tetap berjaga seperti biasa. Kondisi besok yang 100 persen itu sebetulnya sama seperti hari ini, dengan penetrasi sampai 92 persen tadi. Yang besok, kita lakukan hal serupa tapi semua menggunakan uang elektronik," kata Herry di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (30/10).

Bila ada yang belum memiliki kartu e-toll, pengguna jalan tol bisa membelinya di pintu masuk tol dengan harga Rp. 20.000. Jumlah tersebut tidak termasuk saldo di kartu tersebut. Jadi, pengguna juga mesti mengisi saldo kartu e-toll yang kosong itu di pintu masuk tol, atau melalui bank, atau melalui minimarket.

Dengan penggunaan kartu e-toll, Herry mengatakan, jalan tol bisa menampung kendaraan lebih banyak dan menghindari antrean panjang di pintu masuk tol. Sebab, pengguna kartu e-toll hanya membutuhkan waktu kurang lebih tiga detik untuk menempelkan kartu pada mesin yang tersedia.

Vice President Operations Managenent PT. Jasa Marga Raddy R Lukman mengatakan, petugas di pintu tol   secara bertahap akan dialihtugaskan ke unit pekerjaan lain. Namun dia menegaskan, tidak akan ada pemutusan hubungan kerja bila pemberlakuan pembayaran tol secara nontunai telah sempurna.

"Sebagai bentuk antisipasi terhadap pengurangan Sumber Daya Manusia yang terdampak elektronifikasi (pemberlakuaan pembayaran nontunai), Jasa Marga telah menyiapkan program Alih Profesi (A-Life). Program A-Life menyediakan lebih dari 900 formasi di Kantor Pusar Jasa Marga, Cabang, Anak Perusahaan, atau menjadi enterpreneur yang dapat dipilih oleh para karyawan yang ingin mengubah haluan karirnya," kata Raddy.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Konsultasi Tahunan RI-Malaysia, Jokowi Minta Pendidikan Anak Buruh Migran Diperhatikan

  • Jalur Bandung Longsor, Perjalanan KA Dialihakn Melalui Cirebon
  • Bangkai Kapal Jepang Ditemukan, Kondisi 5 WNI Tak Diketahui
  • Gilas Celtic 7-1, PSG Ukir Rekor Baru di Liga Champions