Mendagri: Merusak Kantor Kemendagri Seperti Menampar Wajah Saya!

Penyerangan kantor Kemendagri terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, sebelum pembahasan sengketa Pilkada Tolikara 2017 dengan Dirjen Otonomi Daerah Soni Soemarsono.

Kamis, 12 Okt 2017 15:21 WIB

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. (Foto: kemendagri.go.id/Publik Domain)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Surabaya - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta aparat menindak tegas pelaku penyerangan hingga mengakibatkan kerusakan di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta. Penyerangan terjadi pada Rabu, 12 Oktober 2017.

Pelaku yang terdiri dari puluhan orang tersebut mengatasnamakan Barisan Merah Putih Tolikara, kelompok pendukung calon Bupati Tolikara Jhon Tabo-Barnabas Weya yang kalah pada Pilkada 2017 lalu.

"Itu sudah menampar wajah saya. Merusak kantor sama saja dengan menampar wajah saya. Saya minta diproses secara hukum. Dia sudah salah alamat, apalagi ini adalah haknya MK yang final mengikat. Tapi soal ada kecurangan soal ada gugatan sudah diproses semua. Mudah-mudahan ini tidak berimbas pada yang lain," kata Tjahjo usai menghadiri upacara HUT ke-72 Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Kamis, (12/10/2017).

Tjahjo sangat menyesalkan kejadian tersebut. Ia menganggap tuntutan kelompok demonstran itu salah alamat. Padahal, kata Tjahjo, Kemendagri melalui Direktur Jenderal Otonomi Daerah Soemarsono sudah dua kali menemui massa tersebut dan menjelaskan secara baik-baik pokok permasalahan yang mereka tuntut.

"Saya menyesalkan. Kemendagri sudah terima mereka dua kali. Dirjen saya menerima terus, tapi ini tidak bisa. Bukan kewenangan Mendagri, apalagi permintaan dia memberikan SK bagi yang kalah, untuk membatalkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) itu kan tidak bisa," kata Tjahjo Kumolo.

Penyerangan kantor Kemendagri terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, sebelum pembahasan sengketa Pilkada Tolikara 2017 dengan Dirjen Otoda Soni Soemarsono. Namun, belum sempat pertemuan dimulai, massa keluar dari ruangan dan langsung menyerang kantor Kemendagri.

Akibat aksi brutal itu, beberapa pot bunga dan kaca di kantor Kemendagri pecah. Sebuah mobil dinas milik pejabat Kemendagri juga rusak.

Massa mengamuk karena memprotes hasil keputusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan pasangan John dan Barnabas kalah pilkada. Pilkada Tolikara 2017 dimenangkan pasangan Usman Wanimbo dan Dinus Wanimbo.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.