Golkar Mau Pinang Gatot Nurmantyo? Wasekjen: Baru Aspirasi Anggota

Partai Golkar saat ini memang membuka peluang besar bagi para purnawirawan yang ingin bergabung dalam ranah politik, dengan alasan para purnawirawan sudah teruji sikap nasionalisme terhadap negara.

Rabu, 11 Okt 2017 08:30 WIB

Panglima TNI Gatot Nurmantyo dalam sebuah diskusi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (27/9/2017). (Foto: ANTARA/Wahyu Putro)

KBR, Jakarta - Wakil Sekretaris Jendral Partai Golkar Maman Abdurahman membenarkan adanya aspirasi untuk meminang Panglima TNI Gatot Nurmantyo agar bergabung dalam politik praktik kepartaian. 

Meski begitu Maman mengatakan isu tersebut baru aspirasi anggota dan belum menjadi keputusan partai. Usulan itu pun dengan mempertimbangkan jika Gatot nanti sudah pensiun dari TNI.

Maman mengatakan Golkar sudah punya putusan final dengan mengusung kembali Joko Widodo sebagai calon presiden pada Pemilu 2019 mendatang. Sedangkan mengenai calon wakil presiden, Maman mengatakan hal itu menjadi hak perogratif Jokowi sebagai calon yang diusung. Terlepas dari apakah nanti pendamping nya berasal dari militer atau bukan.

"Untuk saat ini kami menyerahkan sepenuhnya kepada Pak Jokowi. Memang Golkar akan melakukan survei dan memberikan masukan-masukan kepada Pak Jokowi. Tapi kembali lagi, itu menjadi hak prerogratif Pak Jokowi saja. Kalau sekarang kan Pak Gatot masih menjabat. Dan memang TNI sebagai alat negara tidak boleh berpolitik. Tapi kalau misal beliau sudah pensiun, artinya beliau sudah kembali jadi sipil. Saya rasa sah-sah saja dan tidak ada aturan konstitusi yang melarang," kata Maman kepada KBR, Selasa (10/10/2017).

Baca juga:

Maman menegaskan masuknya beberapa nama purnawirawan militer seperti Eko Wiyatmoko dan Beni Mamoto di dalam Partai Golkar tidak melanggar permintaan Presiden Joko Widodo yang mengimbau agar anggota militer tidak terjun dalam ranah politik. Maman mengatakan, Golkar meminang para purnawirawan militer yang notabene sudah menjadi warga sipil biasa.

"Tidak ada aturan konstitusi yang melarang siapa saja warga negara yang ingin terjun ke politik, jika dia sudah tidak lagi menempati jabatan publik seperti TNI atau PNS. Itu hak konstitusi setiap orang untuk terjun ke dunia politik," ujar Maman.

Ia mengakui Partai Golkar saat ini memang membuka peluang besar bagi para purnawirawan yang ingin bergabung dalam ranah politik, dengan alasan para purnawirawan sudah teruji sikap nasionalisme terhadap negara sehingga diharapkan mampu memperbaiki citra partai.

"Doktrin nasionalisme militer sudah teruji, jadi saya pikir tidak perlu dikhawatirkan dengan bergabungnya mereka ke partai. Justru jika banyak purnawirawan yang tertarik masuk Golkar kami malah senang dan menyambut baik, asal membawa visi dan misi baik kepada Partai Golkar dan Indonesia," kata Maman.

Usai mengikuti HUT ke-72 TNI di Cilegon, Banten, Kamis 5 Oktober 2017, Panglima TNI Gatot Nurmantyo menyatakan kesiapannya jika setelah pensiun nanti ditarik ke dalam pemerintahan. 

"Setiap saat bangsa memanggil saya, kapanpun juga sebagai prajurit saya siap," kata Gatot saat itu.

Meski begitu Gatot mengatakan karir politiknya masih minim. 

"Saya tidak punya pengalaman politik. Hanya politik negara yang ada saya masih pikir," kata Gatot. 

Sinyal itu direspon sejumlah partai yang tertarik untuk memboyong Gatot Nurmantyo usai pensiun nanti. Sejumlah partai yang tertarik diantaranya Golkar, Nasdem dan PKS.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Konsultasi Tahunan RI-Malaysia, Jokowi Minta Pendidikan Anak Buruh Migran Diperhatikan

  • Jalur Bandung Longsor, Perjalanan KA Dialihakn Melalui Cirebon
  • Bangkai Kapal Jepang Ditemukan, Kondisi 5 WNI Tak Diketahui
  • Gilas Celtic 7-1, PSG Ukir Rekor Baru di Liga Champions