2 Gajah Liar Tewas Tersengat Pagar Listrik di Aceh Timur

BKSDA Aceh berencana mengautopsi penyebab pasti kematian kedua gajah liar tersebur

Senin, 16 Okt 2017 13:21 WIB

Bangkai induk dan anak gajah yang diperkirakan berusia remaja ditemukan mati kesetrum pagar listrik di kebun sawit Dusun Semedang Jaya Kecamatan Rantau Perelak, Kabupaten Aceh Timur . ( Foto: BKSDA Aceh )

KBR, Aceh Timur– Dua ekor gajah liar ditemukan mati tersengat pagar listrik di kebun sawit Dusun Semedang Jaya, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Rantau Peurelak, Kabupaten Aceh Timur. Induk dan anak gajah yang diperkirakan berusia remaja itu menjadi tewas setelah kesetrum listrik yang digunakan petani setempat.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh, Sapto Aji Pabowo mengatakan  sudah menurunkan tim ke lokasi. Kata Dia, diperkirakan gajah itu hendak memasuki perkebunan di wilayah itu dikarenakan kelaparan atau mencari makanan.

”Saya (Kepala BKSDA-red) dan dokter hewan sedang menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dari Polres Aceh Timur. Yang mati itu  dua ekor, jantan (berusia remaja) dan betina (induknya). Kalau pengakuan masyarakat itu sih pagar untuk menahan serangan hama babi katanya begitu, jadi nanti apakah betul untuk babi atau tidak kan ya pastinya penyidik yang tahu,” kata Sapto menjawab KBR, Senin (16/10).

Berdasarkan pantauan di lokasi, bangkai induk dan anak gajah itu sudah diberikan tanda garis polisi oleh pihak berwajib. Direncanakan tim ahli dan dokter hewan dari BKSDA bersama Forum Konservasi Leuser akan melakukan autopsi terhadap kematian gajah liar tersebut.

”Pengakuan awal pemilik kebun itu memasang pagar listrik untuk menghalau hama babi, agar gak bisa masuk kebun sawit. Inilah penyebab utama kematiannya akibat kelalaian Si pemilik kebun itu, ” terangnya.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Polisi Selidiki Penadah dan Penyuplai Hasil Pendulang Emas Ilegal di Freeport

  • Bappeda DKI: Anggaran Kunker DPRD Naik Karena Djarot
  • Presiden Minta Malaysia Impor Beras Dari Indonesia
  • Kejati Tahan 2 Tersangka Mark Up Alat Tangkap untuk Nelayan di Mandailing Natal

Guna mengembangkan dan mengapresiasi Organisasi Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi 2017"