Warga Banyuwangi Berburu Harta Karun

Dinas Kebudayaan dan Pari wisata (Disbudpar) Banyuwangi menyatakan bakal menerjunkan tim cagar budaya.

Jumat, 07 Okt 2016 10:45 WIB

Manik-manik hasil penggalian warga desa Margomulyo Banyuwangi Jawa Timur yang diduga peninggalan jaman pra sejarah. Foto: KBR/Hermawan



KBR, Banyuwangi –  Warga Desa Margomulyo Banyuwangi Jawa Timur, sejak  dua pekan lalu dihebohkan dengan temuan yang diduga harta karun peninggalan pra sejarah.

Pantauan KBR, sejumlah warga terlihat menggali lahan tanaman tebu milik PT Pabrik Gula Glenmore.  Mereka menggali sedalam 2 meter lebih untuk mencari manik-manik kuno yang diyakini dari zaman pra sejarah.

Menurut salah satu warga Hadi Masduki, manik-manik kuno dalam bermacam warna terbuat dari tanah liat, keramik dan batu akik. Warga menduga manik-manik ini merupakan bekas rangkaian dari gelang dan kalung.

Hadi menjelaskan, manik-manik itu kemudian dijual kepada pengepul. Oleh pengepul manik-manik itu dihargai mulai Rp 5 ribu rupiah hingga Rp 30 ribu rupiah per gram.

“Saya diberi informasi coba cari bahan yang seperti ini di lokasi, terus saya cari harganya sekian. Harganya Rp. 5000 atau Rp. 4000 satu gram yang orange. Iya karena manik-manik itu macam-macam,”kata Hadi Masduki (7/10/2016).

Warga lainya Abdul Hayi menuturkan, aktivitas mencari manik-manik yang dilakukan warga tidak hanya dilakukan saat ini saja. Sebelumnya, masyarakat sudah melakukan penggalian lahan seluas satu hektar ini sejak 27 tahun lalu.

Kala itu,  menurut Hayi, warga melihat pemburu benda kuno menemukan batu perunggu dan arca. Lantas kemudian warga sekitar ikut memburu barang kuno tersebut. Bahkan seorang pengepul dari Jember meminta beberapa jenis barang hingga manik-manik berbagai ukuran. 

Merespon ini, Dinas Kebudayaan dan Pari wisata (Disbudpar) Banyuwangi menyatakan bakal menerjunkan tim cagar budaya.  Meski begitu Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Muhammad Yanuar Bramuda belum bisa memastikan apakah temuan warga itu peninggalan zaman pra sejarah atau bukan.

“Pemerintah Banyuwangi akan mengganti hasil penggalian warga tersebut. Barang yang ditemukan akan diletakan di museum Balambangan Banyuwangi,” pungkas Yanuar.

Editor: Malika

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Permintaan PAN Mundur Dari Kabinet Bisa Jadi Masukan Presiden

  • Dua Eksekutor Penembak Gajah di Aceh Tengah Ditangkap
  • Diduga terkait Terorisme, Kuwait Usir Duta Besar Iran
  • Marcos Rojo Terancam Absen sampai 2018

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.