Turunkan Harga Gas, Jokowi Beri Darmin Waktu sampai November

"Belum ada keputusan. Artinya diberikan waktu, kan bagaimana pun juga, pelaksanaan harga gas barunya nanti paling baik itu awal tahun depan."

Selasa, 04 Okt 2016 19:32 WIB

Ilustrasi: Pipa gas Perusahaan Gas Negara (PGN). (Foto: Antara)



KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan waktu hingga akhir November untuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menurunkan harga gas industri. Darmin mengatakan, rencananya hari ini dia bisa memberikan rekomendasi penurunan harga gas untuk industri. Sayangnya, kata Darmin, masih ada beberapa hal yang memerlukan pembahasan lanjutan.

"Belum ada keputusan. Artinya diberikan waktu, kan bagaimana pun juga, pelaksanaan harga gas barunya nanti paling baik itu awal tahun depan. Jadi ya dikasih waktu hingga akhir November untuk menyelesaikan berapa cost recovery-nya, berapa opexnya, berapa capexnya, berapa di hilirnya, dan sebagainya," kata Darmin di kantornya, Selasa (04/10/16).

Darmin mengatakan, tak masalah apabila penurunan harga gas untuk industri yang belum diputuskan hingga hari ini. Pasalnya, kata dia, harga baru untuk gas industri itu baru akan berlaku tahun depan. Sehingga, kata dia, tenggat penentuan harga baru gas industri jatuh pada akhir tahun 2016.

Darmin berujar, hingga saat ini belum ada gambaran berapa harga gas untuk industri yang bakal berlaku. Kata Darmin, ada beberapa hal dalam perumusan harga gas yang perlu diurai kembali, misalnya soal biaya investasi dan biaya operasional hulu gas.

Darmin berkata, saat ini dia sudah meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk menghitung ruang penurunan harga gas industri, terutama di Pulau Sumatera yang terlalu tinggi. Kata Darmin, harga gas untuk industri di Sumatera, terutama Sumatera Utara, berada di kisaran USD 13/MMbtu. Menurutnya, apabila harga gas bisa turun, daya saing industri akan membaik.

Darmin berujar, harga gas untuk industri di Indonesia terlalu tinggi, yakni berkisar antara USD 9/MMbtu hingga USD 10/MMbtu. Padahal, dia berkata, data di Kementerian Perindustrian mencatat, harga gas untuk industri di Singapura hanya USD 4,5/MMbtu, Malaysia USD 4,47/MMbtu, dan Filipina USD 5,43/MMbtu.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.