Terbujuk Alat Penghemat Listrik, Warga Nunukan Dituduh Curi Listrik

Manajer PLN Nunukan Nur Hidayat mengatakan tidak ada alat yang bisa menghemat tarif listrik, kecuali pelanggan mengurangi pemakaian alat listrik rumah tangga.

Rabu, 12 Okt 2016 14:38 WIB

Ilustrasi meter listrik PLN. (Foto: Adhima Soekotjo)



KBR, Nunukan – Terbujuk pemasangan alat penghemat listrik, belasan warga Nunukan Kalimantan Utara dituduh melakukan pemasangan listrik secara ilegal atau pencurian listrik.

PLN Nunukan menyebut pencurian listrik oleh warga dilakukan dengan memasang sambungan baru di jaringan kabel sebelum masuk kotak meter listrik.

Manager PLN Ranting Nunukan Nur Hidayat mengatakan, selain membahayakan pelanggan, aksi pemasangan sambungan ilegal tersebut merugikan negara hingga ratusan juta rupiah.

"Dari bulan September–Oktober ini ada belasan kasus (pencurian listrik) yang kami temukan. Itu bukan pakai penghemat listrik, tapi itu pencurian. Jadi dari kabel atas sebelum kilometer itu ada sambungan ilegal disitu. Ada pemakaian yang tidak terbayar melalaui meteran," kata Nur Hidayat di Nunukan, Rabu (12/10/2016).

Nur Hidayat mengimbau para pelanggan listrik tidak tergiur dengan penawaran pemasangan listrik ilegal dengan iming-iming bisa menghemat tarif listrik. Nur Hidayat mengatakan tidak ada alat yang bisa menghemat tarif listrik, kecuali pelanggan mengurangi pemakaian alat listrik rumah tangga.

PLN mendenda belasan pelanggan yang mencuri listrik atau memasang sambungan listrik ilegal hingga ratusan juta rupiah. Selain itu, PLN juga melakukan pemutusan sambungan listrik sementara.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2

Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta Gugat Pemprov DKI soal Keterbukaan Informasi Reklamasi

  • Pengamat: Ada Barter Antara Perppu dengan Tambahan Fasilitas DPR
  • Polisi Temukan Selebaran ISIS Bernada Ancaman
  • LN: 2 Negara Capai Kesepakatan Baru soal Sengketa Laut Cina Selatan

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR