Pertemuan Komnas Perlindungan Anak bersama Kapolda Sulawesi Utara, Jumat (7/10). (Foto: Zulkifli/KBR)

KBR, Manado- Komnas Perlindungan Anak (KPA) Indonesia mengajak kepolisian Sulawesi Utara bekerja sama untuk menuntaskan kasus kekerasan seksual. Sulawesi Utara saat ini berada di posisi ke-9 dengan angka kekerasan seksual terbanyak se-Indonesia. Ketua umum KPA Arist Merdeka Sirait mengatakan tingginya angka kasus tersebut karena lemahnya penegakan hukum dari pihak penegak hukum.

Salah satu bentuk kerja sama yang dilakukan adalah dengan memberikan pengetahuan tambahan bagi penyidik kepolisian dalam menangani kasus tersebut.

"Usulan–usulan kami untuk konkritnya bagaimana memutus mata rantai kekerasan terhadap anak, dimana saat ini Sulawesi Utara masuk ke-9 besar angka kekerasan seksual terhadap anak. Dan peran dari pihak penegakkan hukum itu sangat penting sehingga kita membangun sinergitas dan kemitraan. Dan beliau sepakat bagaimana memberikan pemahaman dan kekuatan bagi para penyidik di unit PPA Polda Sulut," ujar Aris Merdeka Sirait, Jumat (07/10/2016).

Lanjut Aris Merdeka Sirait, kasus pelecehan seksual di Indonesia khususnya di Sulawesi Utara, banyak berakhir di kepolisian dan tidak sampai ke pengadilan.

Sementara itu Kapolda Sulawesi Utara Wilmar Marpaung mengatakan, akan membantu pihak Komnas Perlindungan Anak untuk melakukan penegakkan hukum kasus-kasus kekerasan seksual terhadap anak, khususnya yang ada di Sulawesi Utara.

"Kita membahas bagaimana supaya Komnas Perlindungan Anak ini dengan Polda Sulut bersinergi dalam rangka menekan angka kasus pelecehan seksual terhadap anak maupun dalam hal penegakan hukum," jelas Wilmar Marpaung.

Berdasarkan data dari Swara Parampuan Sulut sampai bulan Sebtember untuk tahun 2016  terjadi kekerasan seksual mencapai 261 orang. Jumlah ini naik dibandingkan tahun lalu yang mencapai 157 kasus. Sementara, kasus kekerasan seksual paling banyak terjadi di Kota Manado dengan total 165 kasus, diikuti Kabupaten Minahasa 23 kasus dan Kabupaten Minahasa Utara 18 kasus.

Editor: Dimas Rizky

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!