Tahun Baru Jawa, Malang Gelar Ruwatan

"Kita berharap budaya tak sampai mati. Kita ingin melestarikan budaya itu. Hal inilah yang dilakukan masyarakat Jawa yang selalu tak pernah lepas dari ini semua,"

Senin, 17 Okt 2016 21:33 WIB

Seniman membawakan tarian jaran kepang saat tradisi Kirab Ruwatan di depan Balaikota, Malang, Jawa Timur, Senin (17/10). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Malang- Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur menggelar tradisi kirab ruwatan. Tradisi ini mengandung harapan   agar Malang terhindar dari bencana alam dan bahaya.

Wali Kota Malang Mochamad Anton menuturkan ruwatan merupakan tradisi Jawa yang harus dilestarikan. Ruwatan merupakan bagian dari wujud melestarikan budaya sebagai jati diri sebuah bangsa.

Kata dia, ruwatan juga diharapkan bisa menarik wisatawan untuk berkunjung ke Malang. Sehingga menjadi wisata alternatif selain wisata alam dan sejarah.

Ruwatan melibatkan ratusan seniman dan penghayat kepercayaan.

"Kita berharap budaya tak sampai mati. Kita ingin melestarikan budaya itu. Hal inilah yang dilakukan masyarakat Jawa yang selalu tak pernah lepas dari ini semua," kata Wali Kota Malang Mochamad Anton, Senin (17/10).

Ruwatan dimulai dengan kirab atau arak-arakan sesaji berupa gunungan yang terdiri dari aneka hasil bumi. Kirab sesaji yang diiringi kesenian tradisional dimulai dari depan Balai Kota Malang menuju Alun-Alun Kota Malang.

Harum dupa dan kemenyan menguar dalam suasana kirab. Para penganut kepercayaan membuat rajah cakra kala yang dilengkapi dengan air dari tujuh sumber mata air, dan bunga setaman.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?