Bayi kembar siam Gina sebelum operasi pemisahan di RS Hasan Sadikin Bandung, Jabar. (Sumber: RSHS).



KBR, Bandung- Salah satu bayi kembar siam asal Ciamis, Jawa Barat, dinamai Gina 1 atau Gesya Ummaya Ramadani yang mengalami kelainan organ jantung,   meninggal  pada pukul 6.10 WIB di ruang perawatan Instalasi Gawat Darurat (IGD), Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Jumat (7/10). Informasi  dari rumah sakit rujukan seluruh Jawa Barat itu, menyebutkan bahwa bayi Gesya Ummaya Ramadani saat  sedang dirawat secara intensif.

Menurut anggota tim medis RS Hasan Sadikin Bandung, Rully Sitanggang, meski seluruh tindakan medis telah dilakukan secara maksimal, namun hanya bersifat sementara.

"Bayi Gina 1 ini atau Geisya memang penyebab meninggalnya adalah gagal multiple organs. Jadi dia mengalami kegagalan bukan hanya satu organ, mulai dari ginjalnya kemudian sistem respirasinya dan kemudian jantungnya yang tidak berfungsi dengan baik," ujar Rully dalam keterangan resmi yang disiarkan oleh RS Hasan Sadikin, Bandung, Jumat (7/10).

Anggota tim medis RS Hasan Sadikin Bandung, Rully Sitanggang mengaku sejak awal   operasi pemisahan dan operasi lainnya bagi Geisya hanya untuk memperingan kondisinya yang kritis.

Dia menambahkan, tindakan memperingan kondisi bayi kembar siam yang mengalami gangguan jantung bawaan tersebut berupa bantuan alat pernapasan mesin dengan menggunakan selang.

"Memang bayi Gina 1 ini setiap harinya tidak pernah lepas menggunakan bantuan peralatan," kata dia.

Selain itu, organ ginjal bayi tersebut terus menerus dilakukan pencucian, termasuk pemberian obat-obatan untuk jantung dan ginjal. Namun kata Rully, semua bantuan itu akhirnya tidak dapat menolong lebih lanjut sampai sepekan perawatan intensif di RS Hasan Sadikin dan hari ini dinyatakan meninggal dunia.

Sebelumnya, pada   27 September 2016, bayi kembar siam yang lahir dempet pada bagian dada sampai perut dari Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berhasil dipisahkan melalui tindakan operasi oleh gabungan tim medis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat, selama  lebih dari lima jam.

Sebanyak lebih dari 70 dokter spesialis dari RS Hasan Sadikin dan dibantu oleh dokter spesialis dari RSUD Soetomo, Surabaya, dikerahkan dalam operasi pemisahan bayi kembar siam yang mengalami kelainan dengan istilah medis conjoined twin omphalopagus tersebut.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!