Seorang petugas kesehatan memperlihatkan stiker waspada Demam Berdarah Dengue dan ajakan memberantas sarang nyamuk Aedes aegypti. (Foto: ANTARA)



KBR, Banyuwangi - Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur menyatakan seluruh kecamatan di wilayah itu sebagai daerah rawan atau endemis penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Banyuwangi Waluyo mengatakan, status edemis demam berdarah diberlakukan karena sepanjang tahun ini kasus demam berdarah terus ditemukan di 24 kecamatan di Kabupaten Banyuwangi.

Sejak Januari lalu, penderita demam berdarah sudah mencapai 1,300 lebih kasus dengan 11 orang meninggal. Angka demam berdarah ini meningkat dibandingkan triwulan yang sama pada tahun lalu sebanyak 900 lebih kasus dengan 9 orang meninggal dunia.

Waluyo mengatakan tahun ini jumlah DBD meningkat karena faktor cuaca yang tidak menentu. Namun ia menilai meningkatnya kasus DBD ini merupakan siklus lima tahunan.

"Masih terus ada (kasus) secara sporadis karena memang kondisi cuaca kita terus hujan reda, hujan reda. Tahun ini sepertinya juga akan begitu. Terbukti sampai September dan masuk Oktober ini juga masih ada terus (kasus DBD), karena memang mengikuti alam dan cuaca. Hujan kita ini sepanjang tahun," kata Waluyo di Banyuwangi, Rabu (5/10/2016).

Baca: Peneliti UGM 'Modifikasi' Nyamuk untuk Tekan DBD

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Banyuwangi Waluyo menambahkan Dinas Kesehatan sudah melakukan upaya penanganan berupa pengasapan atau fogging di seluruh kecamatan. Selain itu pemberantasan sarang nyamuk juga terus dilakukan.

Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di setiap Puskesmas di Banyuwangi juga terus digerakkan. Waluyo mengatakan kader Jumantik bertugas memeriksa genangan air di dalam maupun luar rumah, memantau larva nyamuk di tempat penampungan air, mengidentifikasi rumah-rumah yang tidak berpenghuni, dan mengajak pemilik rumah atau bangunan untuk berpartisipasi dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara teratur.

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!