RSUD Umbu Rara Tawarkan Perawatan Bayi Hidrosefalus di NTT

Santi Rambu Lokat dan Sinta Ananda Rambu Nahu terkena hidrosefalus sejak satu setengah tahun lalu.

Minggu, 16 Okt 2016 13:30 WIB

Dokter Lely Harakai saat berkunjung. Foto: Heinrich Dengi/KBR

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umbu Rara Meha, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur menawarkan kepada orang tua bayi kembar yang mengalami hidrosefalus agar mau membawa anak mereka ke rumah sakit. Santi Rambu Lokat dan Sinta Ananda Rambu Nahu terkena hidrosefalus sejak satu setengah tahun lalu. Keduanya mengalami gizi buruk.


Direktur RSUD Umbu Rara Meha, Lely Harakai mengatakan, pihaknya akan mengirimkan ambulan jika pihak keluarga sudah setuju dengan tawaran tersebut.

“Tapi sekarang kita rawat dulu untuk memperbaiki kondisi umum, supaya pas di meja operasi dia kuat,” kata Lely Harakai saat berkunjung ke rumah Santi dan Sinta.

Lely Harakai mempertimbangkan untuk melakukan operasi di Waingapu dengan cara telemedicine, di samping opsi membawa mereka ke Bali. Telemedicine adalah sebuah sarana konsultasi dengan menggunakan alat komunikasi antara petugas kesehatan lokal di daerah terpencil dengan dokter maupun dokter spesialis yang ada di kota besar.

"Jadi saya bilang sama Kak Heinrich, kenapa kita tidak pakai telemedicine saja, tinggal kerjasama dengan telkom, jadi kita punya ahli di sini bedah umum operasi, tetapi operasinya dipandu oleh rumah sakit pengampu sudah punya spesialis bedah saraf atau bedah kangker, atau bedah apa, tergantung kasus di sini, nanti di sana pandu misalnya begitu begitu,” jelas dokter Lely Harakai.

Informasi terkait bayi kembar, Santi Rambu Lokat dan Sinta Ananda Rambu Nahu yang terkena hidrosefalus tersebar di media sosial. Meski sudah berlangsung satu setengah tahun, kedua bayi tersebut belum mendapat pengobatan yang memadai.

Berita lain: NTT Perketat Pengiriman TKI

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?