Ilustrasi: Tambang Freeport. (Foto: Antara)



KBR, Jakarta- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan meminta seluruh direktur jenderal (dirjen)  untuk mendaftar semua isu strategis. Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan, daftar itu harus dipaparkan pada rapat berikutnya.

"Jadi kita lihat lagi, identifikasi, isu-isu strategis yang ada. Baru mendengarkan. Kan Pak Menteri baru, jadi melihat list isu-isu yang ada, ya seperti yang biasa, yang sudah ada. Tadi kita bicara Ditjen Migas, ada harga gas, cost recovery. Dirjen diberi kesempatan untuk me-list isu-isu yang ada. (Yang PP untuk relaksasi ekspor mineral?) Belum. Tadi Dirjen Minerba belum," kata Arcandra di kantornya, Senin (17/10/16).

Arcandra mengatakan, Jonan memiliki setidaknya delapan pekerjaan prioritas yang harus diselesaikan. Oleh karena itu, pada rapat itu, Jonan mengumpulkan seluruh jajarannya untuk mulai mengurai permasalahannya.

Kata Arcandra, tidak semua dirjen bisa langsung menyampaikan paparannya, karena keterbatasan waktu. Dia mencontohkan lembaga yang belum menyampaikan paparan adalah Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara.

Siang ini, Jonan menggelar rapat untuk membicarakan kebijakan yang menjadi prioritasnya saat menjabat sebagai menteri ESDM. Pekerjaan prioritas itu misalnya merampungkan proyek kilang  blok Masela dan East Natuna, serta menyelesaikan rencana relaksasi izin ekspor konsentrat minerba. Rapat  dipimpin langsung oleh Jonan dan dihadiri oleh Wakil Menteri Arcandra Tahar dan seluruh jajarannya, termasuk pejabat eselon satu, pejabat eselon dua, Kepala SKK Migas, Kepala BPH Migas, staf khusus, dan tenaga ahli.

Jumat pekan lalu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi melantik bekas Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sebagai Menteri ESDM, dan bekas Menteri ESDM Arcandra Tahar sebagai Wakil Menteri ESDM.

Hari ini, digelar upacara serah-terima jabatan dari Plt Menteri ESDM Luhut Panjaitan kepada Jonan. Pada acara itu, hadir beberapa bekas menteri ESDM, yakni Menteri  era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Purnomo Yusgiantoro, dan Menteri  era Presiden Jokowi, Sudirman Said. Selain itu, hadir pula jajaran direksi Pertamina, PLN, dan SKK Migas, serta dari Komisi Energi DPR seperti Fadel Muhammad.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!