Poligami jadi Alasan Palsukan Buku Nikah

"Padahal untuk beristri kedua harus mendapatkan keputusan dari Pengadilan Agama, dengan mengantongi izin istri pertama."

Selasa, 18 Okt 2016 19:45 WIB

Ilustrasi

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Rembang– Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Jawa Tengah menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat, terkait peredaran buku nikah palsu. Kepala kantor Kementerian Agama setempat, Muhammad Atho’illah Muslim menuturkan biasanya buku nikah palsu digunakan karena berbagai faktor. Paling banyak untuk sarana poligami yang belum mendapatkan izin dari istri pertama. Selama masyarakat menggunakan jalur resmi pernikahan, hampir pasti terhindar dari buku nikah palsu.

"Dia punya istri kemudian ingin punya istri lagi. Padahal untuk beristri kedua harus mendapatkan keputusan dari Pengadilan Agama, dengan mengantongi izin istri pertama. Proses izin itu tidak semudah yang dibayangkan. Kalau masyarakat taat prosedur undang -undang, insyallah selamat," jelasnya kepada KBR, Selasa (18/10).

Atho’illah menambahkan sosialisasi lebih banyak menggunakan peran Kantor Urusan Agama (KUA) ditingkat kecamatan.

Sementara itu, Kepala KUA Kec. Sedan, M. Afiq Munawir menjelaskan buku nikah asli mudah dikenali dari nomor register, hologram pengaman, stempel dan tanda tangan Menteri Agama. Setidaknya bisa untuk bahan perbandingan dengan buku nikah palsu.

"Ini kan kalau di KUA, yang asli ada nomor serinya, hologram, stiker dan tanda tangan Menteri Agama. Bentuk tulisannya tidak miring, tapi lurus. Tiap kali rapat koordinasi, sering saya sampaikan," ujar Afiq.

Sebelumnya, Polres Rembang menangkap seorang pria yang menggunakan buku nikah palsu, untuk sarana berpoligami. Pelaku mengatasnamakan nama sebuah daerah di Semarang. Polisi kini mendalami pembuat buku nikah palsu tersebut, karena disinyalir banyak menyebar ke daerah lain.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Ini Hasil Rapat Bamus DPR soal Perppu Ormas

  • Tim Arkeolog Sumba Berupaya Cetak Kerangka Situs 2800 Tahun
  • LN: Amerika Terapkan Sanksi Baru bagi Pendukung Korea Utara
  • OR: Di Tengah Ketakpastian Draxler Didekati Sejumlah Klub

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.