Dua pekerja memperhatikan kapal pengangkut peti kemas melakukan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Belawan Medan, Sumut, Kamis (14/2). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Kepolisian   menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus dwelling time (bongkar muat) di Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara. Kapolri Tito Karnavian mengatakan, dua tersangka tersebut  ditangkap kepolisian  Sumatera Utara atas dugaan memeras.

Kata Tito, tindakan tersebut menyebabkan waktu bongkar muat di pelabuhan menjadi lambat.

"Detailnya akan disampaikan oleh Kabid Humas atau oleh Kapolda besok. Tapi intinya, salah satu problema dweling time itu adanya uang yang harus bayar dulu, baru barangnya bisa keluar, sehingga diperlambat. Ini ditangkap Polda Sumut. (Pelakunya dari Pelindo atau dari mana?) Saya kurang tahu, lupa, yang jelas ada oknum petugas lah yang melibatkan juga calo," kata Tito di kompleks Istana, Rabu (5/10/2016).

Tito mengakui jumlah kerugian relatif kecil yakni berkisar jutaan rupiah. Namun, apabila praktik tersebut terus dibiarkan, maka jumlah kerugian bakal membengkak.

"Hanya berapa jutaan, tapi kalau berlangsung sekian tahun kemudian frekuensinya banyak, kan cukup banyak kalau diakumulasi," ujar Tito.

Tito menyebut bakal terus menyisir pelabuhan-pelabuhan lain seperti perintah dari Presiden Joko Widodo

"(Pelabuhan lain) menyusul, yang sekarang baru Belawan, jumlah tersangkanya dua, tapi terus berkembang," ungkap Tito.

Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!