Peras Bongkar Muat, Kepolisian Tangkap 2 Orang di Pelabuhan Belawan

"Intinya, salah satu problema dweling time itu adanya uang yang harus bayar dulu, baru barangnya bisa keluar, sehingga diperlambat."

Rabu, 05 Okt 2016 19:30 WIB

Dua pekerja memperhatikan kapal pengangkut peti kemas melakukan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Belawan Medan, Sumut, Kamis (14/2). (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- Kepolisian   menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus dwelling time (bongkar muat) di Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara. Kapolri Tito Karnavian mengatakan, dua tersangka tersebut  ditangkap kepolisian  Sumatera Utara atas dugaan memeras.

Kata Tito, tindakan tersebut menyebabkan waktu bongkar muat di pelabuhan menjadi lambat.

"Detailnya akan disampaikan oleh Kabid Humas atau oleh Kapolda besok. Tapi intinya, salah satu problema dweling time itu adanya uang yang harus bayar dulu, baru barangnya bisa keluar, sehingga diperlambat. Ini ditangkap Polda Sumut. (Pelakunya dari Pelindo atau dari mana?) Saya kurang tahu, lupa, yang jelas ada oknum petugas lah yang melibatkan juga calo," kata Tito di kompleks Istana, Rabu (5/10/2016).

Tito mengakui jumlah kerugian relatif kecil yakni berkisar jutaan rupiah. Namun, apabila praktik tersebut terus dibiarkan, maka jumlah kerugian bakal membengkak.

"Hanya berapa jutaan, tapi kalau berlangsung sekian tahun kemudian frekuensinya banyak, kan cukup banyak kalau diakumulasi," ujar Tito.

Tito menyebut bakal terus menyisir pelabuhan-pelabuhan lain seperti perintah dari Presiden Joko Widodo

"(Pelabuhan lain) menyusul, yang sekarang baru Belawan, jumlah tersangkanya dua, tapi terus berkembang," ungkap Tito.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

RKUHP, Koalisi Kebebasan Pers Sangsi Audiensi dengan DPR Bawa Perubahan

  • BMKG : Kemarau di Aceh Berlanjut Hingga Maret
  • Israel Beli Minyak Ke ISIS
  • TC Tahap Dua TImnas, Milla Tak Panggil Evan Dan Ilham

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.