Pemkot Sisir Lokasi Pengganti GBKP Pasar Minggu

Lokasi di samping Koramil Pasar Minggu yang pekan lalu sempat ditawarkan sebagai tempat relokasi masuk jalur hijau.

Jumat, 14 Okt 2016 10:53 WIB

Jemaat GBKP Pasar Minggu saat ibadah di Kecamatan Pasar Minggu. Foto: Eli Kamilah/KBR

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Pemerintah Kota Jakarta Selatan masih menyisir sejumlah lokasi yang akan ditawarkan sebagai pengganti bangunan Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Pasar Minggu yang sebelumnya berdiri di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan.


Pasalnya, menurut Wali Kota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi, lokasi di samping Koramil Pasar Minggu yang pekan lalu sempat ditawarkan sebagai tempat relokasi masuk jalur hijau. Berdasarkan Undang-undang Nomor 26 tahun 2007 tentang tata ruang, pada pasal 29 ayat 1 disebutkan bahwa jalur hijau merupakan bagian dari ruang terbuka hijau publik yang tidak boleh didirikan bangunan.

"Ini lagi dicari itu, masih dicari. Karena lokasi yang itu ternyata jalur hijau. Sudah ada opsi-opsi? Belum, ya kami cari-cari lokasi aja," kata Tri Kurniadi saat dihubungi KBR, Jumat (14/10/2016).

Itu sebab, kini pihaknya masih mencarikan ulang opsi tempat relokasi. Sekaligus memastikan peruntukan lahan. Namun Tri belum bisa merinci lokasi-lokasi tersebut.

"(Ada usulan dari pihak gereja?) Ya makanya kita mencari bareng-bareng. Ini saya juga sedang mencari. Sementara beribadahnya di kantor kecamatan saja dulu," ujarnya.

Tri melanjutkan, selama belum ada lokasi pengganti maka ibadah jemaat GBKP untuk sementara tetap digelar di kantor kecamatan. Namun ia juga tak bisa memastikan hingga kapan kondisi ini berlangsung.

"(Ada kepastian atau tenggat kapan dapat lokasi pengganti?) Ya kalau belum dapat gimana. Tetap saja ibadah di kantor kecamatan dulu, ya biar saja, kenapa?" katanya.

Baca:Ibadah pertama jemaat pasca penolakan

Minggu (9/10/2016) pekan lalu, jemaat GBKP Runggun Pasar Minggu beribadah di kantor Kecamatan Pasar Minggu, Jalan Ragunan Raya Jakarta Selatan. Tepatnya di ruang serba guna lantai empat kantor kecamatan.

Ibadah ini merupakan ibadah pertama mereka pasca penolakan pembangunan dan kegiatan ibadah di gereja mereka di Tanjung Barat Lama, Jagakarsa oleh sekelompok warga.

Editor: Sasmito 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.