Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto: ANTARA)



KBR, Jakarta
- Pemerintah mendorong keterlibatan swasta untuk menekan ketimpangan transportasi antara Indonesia wilayah barat dan timur.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan luas wilayah Indonesia bagian barat dan timur kurang lebih sama. Namun, kata dia, selama ini pembangunan inrastruktur transportasi masih terkonsentrasi di wilayah barat.

Budi Karya mengatakan ketimpangan ekonomi antardua wilayah itu masih sangat besar, yang salah satunya dilihat dari nilai produk domestik regional bruto (PDRB).

"Konektivitas, karena kita tidak bisa lagi dikotomi antara pemerintah dan swasta. Oleh karenanya, setiap minggu, kami maraton, kami bagi laut sendiri, darat sendiri, udara sendiri, (angkanya) berbicara. Terlihat di situ, ada suatu garis imajiner di tengah, dan kita melihat bagaimana populasi di barat hampir 85 persen, dan timur hanya 15 persen. Areanya sih hampir sama, tetapi PDRB-nya di barat 89 persen, sedangkan di timur hanya 10 persen," kata Budi dalam diskusi di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Senin (10/10/2016).

Budi mengatakan, ketimpangan PDRB menjadi tanda ada ketidaksetaraan pembangunan, termasuk dari sisi transportasi. Karena itu, kunci pemerataan itu adalah konektivitas antara wilayah barat dan timur.

Saat ini Kementerian Perhubungan sedang memetakan pelabuhan dan bandara di daerah yang pengelolaannya bisa diserahkan kepada swasta. Budi mengatakan pemerintah akan menyiapkan skema kerja sama dengan swasta.

Budi berujar, di wilayah Indonesia yang meliputi Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Jawa, persoalan infrastrukturnya hanya di wilayah perbatasan negara di Kalimantan.

Di wilayah barat pun, kata Budi, hampir semuanya tersentralisasi di Pulau Jawa. Misalnya, 56,9 persen dari 84,50 persen populasi nasional berada di Jawa, dan 57,38 persen dari 89,26 persen PDRB wilayah barat berasal dari Jawa.

Adapun wilayan timur yang meliputi Pulau Bali, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara, dan Papua, kata Budi, permasalahannya sangat komplek.

Dari segi kontur, wilayah itu kebanyakan berupa perbukitan, pegunungan, dan kepulauan. Dari segi populasi, di wilayah timur hanya 15,5 persen dari populasi nasional, sementara PDRB-nya hanya  10,74 persen.

Konektivitas antarwilayah di Indonesia sangat diperlukan untuk meningkatkan daya saing dengan negara lain. Apalagi saat ini Indonesia masuk era kompetisi dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Konektivitas juga menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan infrastruktur di Indonesia saat ini.

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!