Rencana proyek pengembangan terpadu pesisir Jakarta (NCICD). (Foto: Rony S.)



KBR, Jakarta- Pemerintah tengah mendata ulang perkembangan pembangunan tanggul tahap A dalam proyek pengembangan terpadu pesisir  Jakarta (NCICD). Direktur Bidang Pengairan dan Irigasi Bappenas, Donny Azdan, memastikan setelah itu akan dibuat perjanjian tertulis antara pemerintah pusat, Pemprov DKI, dan  pengembang untuk pembagian proyek pembangunan tanggul tahap A tersebut.

"Sekarang kita lagi minta informasi lagi ke DKI, karena yang ngizinkan DKI untuk mengidentifikasi kembali mana-mana yang mereka sudah buat tanggulnya, berapa kilo, kapan mulainya, kalau yg belum kapan selesainya. Sehingga kita bisa terintegrasi toh," kata Donny usai rapat dengan Kemenko Maritim, Rabu (5/10).

Hingga saat ini, sudah dua kawasan yang sedang digarap oleh pemerintah pusat yakni di kawasan Muara Baru, Penjaringan dan Kali Baru, Cilincing.  Pembangunan tanggul laut sepanjang 4,5 kilometer itu ditangani Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)Ciliwung Cisadane. Pemasangan tiang di kedua proyek itu baru mencapai 5 persen. Dua kawasan ini ditargetkan rampung 2017 mendatang.

Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta baru saja menyelesaikan tender untuk proyek pembangunan tanggul di tiga kawasan yakni Kali Kamal, Kali Adem, dan Blencong. Kepala Bappeda DKI, Tuty Kusumawati, mengatakan proyek ini akan dianggarkan tahun depan.

"Waktu penetapan kami anggarkan Rp 377 miliar. Tapi sepertinya belum bisa dieksekusi secara full, jadi ada adjustment," ujar Tuti.

Sementara untuk pengembang, menurut Donny, beberapa pengembang sudah sejak lama membuat tanggul mengacu pada masterplan NCICD sebelumnya.

"KNI (PT Kapuk Naga Indah), Pulau G, Muara Wisesa Pluit, dan Intiland. Dia sudah punya planning sendiri."

Tanggul tahap A ini direncanakan akan dibangun sepanjang 120 kilometer. Fungsinya untuk menghalau banjir rob dan menyelesaikan masalah penurunan tanah Jakarta.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!